Rumor dan krisis

Isu atau rumor tentang kejadian ikutan yang terkait vaksin bila tidak ditangani dengan cepat dan efektif akan dapat mengurangi kepercayaan pada vaksin dan mengakibatkan konsekuensi yang dramatis terhadap cakupan imunisasi dan insidensi penyakit.

Beberapa situasi yang menyuburkan rumor termasuk :

  • Konflik sosial yang serius,
  • Ketidakpastian ekonomi dan politik,
  • Transisi sosial dan pertentangan budaya dan keyakinan,
  • Riwayat diskriminasi dan manipulasi,
  • Kurangnya transparansi dari organisasi yang terpisah atau otoritarian.

Apa itu krisis keamanan vaksin?

Kita mungkin tidak dapat mendefinisikannya, tetapi pasti kita mengetahuinya bila kita mengalaminya!

Krisis dalam keamanan vaksin ditandai dengan rangkaian kejadian yang tidak diharapkan yang mulanya terlihat tidak bisa ditanggulangi. Dampaknya biasanya tidak pasti saat krisis pertama ditemukan, dan menjadi ancaman untuk keberhasilan program imunisasi.

Suatu krisis bisa mempunyai dasar yang ”nyata” yang timbul dari reaksi vaksin yang murni atau kesalahan imunisasi, atau sebenarnya tidak mempunyai dasar dan dipicu hanya oleh rumor yang salah. Seringkali suatu krisis pada keamanan vaksin berasal dari identifikasi KIPI, tetapi diperburuk oleh rumor yang negatif.

Apakah suatu rumor memicu serangkaian kejadian yang berkembang jadi suatu krisis tergantung kepada sifat dari rumor tersebut, secepat apa dia menyebar dan apakah ada tindakan cepat dan efektif untuk mengatasinya.

Saat melakukan pendekatan terhadap krisis, ingatlah bahwa hal ini tidak selalu merupakan tantangan, tetapi dapat juga menjadi peluang untuk meningkatkan komunikasi. Kita mempunyai peluang untuk menghilangkan rumor negatif, untuk melakukan tindakan memperbaiki kebijakan dan prosedur bila diperlukan, dan untuk memperbaiki kesalahan atau kekurangan dari praktik yang selama ini dijalankan.

Pertanyaan

Perhatikan skenario berikut. Suatu vaksin baru sedang diperkenalkan di suatu negara dan serangkaian KIPI serius terjadi secara berkelompok dan bahkan menimbulkan kematian dari seorang anak.

Pernyataan mana di bawah ini yang merupakan kegagalan komunikasi yang dapat meningkatkan risiko “meledak”nya kejadian ikutan ini dan menjadikan program imunisasi dalam risiko?

Beberapa jawaban yang mungkin.

A. Tidak seorangpun yang mengambil tanggung jawab untuk mengatasi kejadian secara lokal – tindakan koreksi tidak dilakukan, atau tidak cukup cepat.
B. Komunikasi lokal tentang kejadian ini tidak memadai, hingga menambah ketidak pastian dan ketidakamanan tentang kesalahan apa yang sebenarnya telah terjadi dan apakah ia sudah ditangani. Orang tua dari anak yang meninggal tidak diberi konseling, ataupun adanya empati kepada mereka.
C. Kejadian dilaporkan ke media secara tidak akurat, sebelum kita sempat mendiskusikannya.
D. Rumor mulai menyebar melalui situs media sosial.
E. Seseorang yang terlibat dalam kejadian tersebut tidak dapat dipercaya saat dia diwawancara dan kebohongannya kemudian terbongkar, menambah persepsi bahwa ada konspirasi untuk menyembunyikan masalah dan bahwa pihak otoritas kesehatan tidak dapat dipercaya.

Jawaban

Semua pernyataan di atas adalah benar.