Contoh: Vaksin Rotavirus

Pada bulan Agustus 1998, vaksin Rotavirus yang pertama kali diproduksi dengan nama RotaShield®, memperoleh lisensi edar di Amerika Serikat. Uji klinis yang dilakukan pada fase pra-lisensi, hasilnya menunjukkan bahwa ada risiko terjadinya Intususepsi usus apabila seorang anak menerima vaksin Rotavirus. Setelah vaksin Rotavirus RotaShield® dipakai secara rutin di masyarakat, ada sekitar sejuta anak yang divaksinasi pada 9 bulan pertama vaksin tersebut beredar. Sejak saat itu VAERS mulai menerima banyak laporan tentang terjadinya intususepsi usus setelah pemberian vaksinasi dengan RotaShield®. Ada seratus anak (0,01%) dari satu juta anak yang mendapatkan vaksinasi RotaShield® mengalami intususepsi usus. Intususepsi adalah obstruksi usus yang terjadi karena masuknya bagian usus halus ke bagian usus lainnya. Intususepsi terjadi di masyarakat dengan prevalensi 1 per 10000 anak, tanpa diketahui penyebabnya, walaupun mereka tidak menerima vaksinasi Rotavirus. Intususepsi ini membahayakan jiwa seorang anak. Oleh karena tidak adanya kepastian hubungan antara pemberian vaksinasi RotaShield® dengan munculnya intususepsi pada anak-anak yang divaksinasi, perusahaan yang memproduksi vaksin RotaShield® secara sukarela menarik produk mereka dari pasaran pada tahun 1999.

Contoh di atas menunjukkan bahwa walaupun pada saat dilakukan uji klinis fase III tidak ada satu kasus intususepsi yang ditemukan pada 10000 subjek penerima vaksin. Seseorang boleh yakin bahwa insiden intusussepsi tidak lebih dari 1 per 3333 subjek penerima vaksin. Jadi untuk dapat mendeteksi 1 kejadian intususepsi per 10000 subjek penerima vaksin maka pada saat melakukan uji klinis pra-lisensi paling sedikit diperlukan 30000 sampel dan 30000 kontrol.14

Setelah kejadian tersebut di atas, maka uji klinis fase III untuk vaksin Rotavirus generasi berikutnya, menggunakan jumlah sampel minimal 60000 bayi.18,19 Uji klinis dengan jumlah sampel yang besar ini akan secara adekuat bisa mengungkapkan peristiwa intususepsi yang dialami oleh vaksin RotaShield®. Uji klinis dengan jumlah sampel sangat besar ini, tentu memerlukan biaya yang sangat mahal, sehingga akan sedikit sekali kandidat vaksin Rotavirus yang mampu melewati seluruh fase uji kilinis ini.