Menyiapkan pernyataan pers

Pada bagian akhir dari modul ini kita akan mendapatkan suatu studi kasus tentang koinsidensi kematian seorang wanita di Inggris setelah mendapat vaksinasi HPV. Studi kasus ini menggambarkan bagaimana komunikasi dengan media ditangani dengan efektif walaupun dalam situasi yang menekan.

Pernyataan pers yang dilakukan dengan sering oleh otoritas yang berkaitan dengan penyelidikan kematian memberikan keyakinan bahwa wartawan terus diberi informasi tentang fakta yang perlu diketahui. Ini mencegah berkembangnya spekulasi yang menyimpang dan tidak baik tentang penyebab tragedi. Dalam mempersiapkan suatu pernyataan pers, kita harus mempertimbangkan dua aspek: judul dan isinya. Arahkan mouse pada diagram untuk melihat kedua aspek ini.

  • Paparkan semua fakta yang relevan dalam urutan yang logis, tempatkan poin utama kita pada bagian awal – mintalah tolong kepada sejawat kita untuk mendesain suatu pernyataan pers.
  • Masukkan kutipan bila kita bisa mendapatkannya dari orang yang sudah dikenal luas atau seseorang dengan pekerjaan yang bergengsi.
  • Bila pernyataan pers tersebut merupakan suatu respon dari "kabar yang kurang baik" (misalnya KIPI yang mengelompok) – jangan menghindari isu negatif atau kontroversial; bila kita tidak mau menghadapinya, kita membiarkan terjadinya salah penafsiran.
  • Tulisan yang dibuat adalah maksimal 2 halaman (lebih sedikit lebih baik) – bila terlalu panjang akan berisiko dipotong oleh editor yang bisa merubah pesan yang ingin disampaikan.
  • Pada bagian akhir, cantumkan nama kita, jabatan, organisasi, nomor telepon dan alamat email agar wartawan bisa mengontak kita untuk permintaan wawancara atau informasi lebih jauh.

Latihan interaktif

Di bawah ini adalah bagian-bagian dari suatu pernyataan pers yang sudah dicampur aduk oleh asisten kita. Susunlah informasi tersebut menurut urutan yang benar dengan menyusun nomor 1 – 4 sesuai dengan isi kotak disampingnya.

Cobalah untuk menggambarkan situasi, berikan garis besar tindakan apa yang telah dilakukan, berikan informasi latar belakang tambahan dan tutuplah dengan pernyataan tindakan oleh Kementerian Kesehatan.

Pertanyaan


Kematian KIPI di Lukurna, Lisusistan: Temuan awal

A.  Sesuai dengan prosedur standar, Kementerian Kesehatan Lisusistan menunjuk satu tim pakar senior untuk menyelidiki penyebab kematian anak.
Penyelidikan menunjukkan bahwa tidak ada kaitan antara kematian sang anak dengan vaksinasi. Menurut para pakar, kemungkinan penyebab kematian sang anak adalah asfiksia.
B.  Sejauh ini, tidak ada kejadian ikutan serius lain yang dilaporkan. Petugas kami akan terus memonitor kegiatan imunisasi yang sedang berlangsung untuk menjamin keselamatan anak-anak di Lisusistan.
C.  Setiap hari, di Lisusistan diperkirakan 20 anak meninggal dengan penyebab kematian tidak berkaitan dengan vaksin. Karenanya dapat diperkirakan bahwa sejumlah kasus kematian terjadi secara koinsidental (kebetulan) beberapa saat setelah pemberian imunisasi.
D.  Vaksinasi pentavalen mulai diperkenalkan 2 bulan yang lalu dan telah sekitar 50 000 dosis diberikan hingga hari ini. Dua hari lalu dilaporkan telah terjadi kematian pada seorang anak berumur 3 bulan di Puskesmas Lukurna. Anak ini mendapatkan satu dosis vaksin pentavalen 4 hari lalu bersama dengan 23 anak lain. Pada anak lain tidak seorangpun yang mengalami reaksi simpang dari vaksin.

Jawaban

Urutan yang benar adalah: D: 1, A: 2, C: 3, B: 4

(urutan lain juga mungkin)