Contoh vaksin polio

Salah satu contoh KIPI akibat reaksi vaksin yang terdokumntasi dengan baik adalah kelumpuhan akibat imunisasi polio (vaccine associated paralytic poliomyelitis (VAPP). Kejadian ini sebetulnya sangat jarang sekali yang terjadi pada 2 – 4 kejadian per satu juta dosis OPV.29 A live viral vaccine, OPV contains an attenuated (weakened) version of the disease-causing poliomyelitis virus. The vaccine is given orally and causes a mild infection that creates immunity against the wild poliovirus. However, in very rare instances, OPV can cause paralysis (VAPP), either in the vaccinated child, or in a close contact. VAPP can be proven by a laboratory test that detects vaccine virus in a clinical case of polio.

Vaksin virus hidup 29A, OPV adalah vaksin polio oral yang berisi virus hidup yang sudah dilemahkan (live attenuated). Pemberian OPV secara oral akan menimbulkan infeksi ringan dan merangsang terbentuknya kekebalan terhadap virus polio liar. Namun, walaupun sangat jarang, pemberian OPV dapat menimbulkan paralisis, yang disebut vaccine associated paralytic poliomyelitis (VAPP), baik pada anak yang mendapatkan imunisasi OPV maupun pada kontak erat (close contact). VAPP dapat terdeteksi melalui pemeriksaan laboratorium yang dapat mendeteksi adanya virus vaksin sebagai penyebab terjadinya kelumpuhan. Risiko terjadinya VAPP sangat rendah jika dibandingkan dengan risiko terjadinya poliomyelitis akibat virus polio liar di masyarakat, apabila mereka tidak diimunisasi. Namun pada suatu negara dengan kasus polio yang disebabkan oleh virus polio liar tidak ada lagi, maka risiko VAPP akan lebih tinggi jika dibandingkan risiko terjadinya poliomyelitis yang disebabkan oleh virus polio liar. Di negara yang sudah eliminasi polio liar, negara tersebut akan mengganti OPV dengan IPV. IPV yaitu vaksin polio yang berisi vaksin mati, yang harganya lebih mahal dan tidak berisiko menimbulkan VAPP, namun harus disuntikkan oleh tenaga kesehatan terlatih.