Kebutuhan akan komunikasi yang lebih baik

Kekuatiran sering diungkapkan oleh masyarakat dan media massa tentang protokol vaksin dan imunisasi. Kekuatiran ini dapat menjadi serius dan sering tidak tepat. Lihat grafik berikut tentang beberapa faktor yang dapat memicu kekuatiran publik.

Kita perlu mengembangkan kuantitas, kualitas dan target komunikasi tentang keamanan vaksin bila kita ingin meningkatkan penerimaan imunisasi melalui peningkatan kesadaran terhadap risiko dan manfaat.

Tantangan untuk komunikasi yang efektif

Tantangan yang perlu diatasi dalam komunikasi yang efektif antara lain :

Menurunnya angka infeksi pada masa anak di negara maju

Penurunan yang nyata pada angka dan keparahan infeksi anak-anak di negara-negara industri dengan penghasilan tinggi selama abad 20 (lihat diagram) telah menghapus ingatan akan ancaman kesehatan dan kehidupan dari penyakit yang dulunya merupakan penyakit umum seperti campak, polio, pertusis, difteria dan tetanus. Manfaat vaksinasi tidak lagi dirasakan secara langsung melalui pengalaman menderita penyakit yang berhasil dicegah oleh vaksin.

Crude death rate* for infectious diseases – United States, 1900–1996**

* Per 100 000 penduduk  per tahun.

** Diadaptasi dari Armstrong GL, Conn LA, Pinner RW. Tren kematian akibat penyakit infeksi di Amerika Serikat selama abad 20. JAMA 1999:281; 61–6.

§ American Water Works Association. Water chlorination principles and practices: AWWA manual M20. Denver, Colorado: American Water Works Association, 1973.

Pandangan orangtua bahwa penyakit infeksi adalah bagian dari masa lalu

Sejumlah orang tua di berbagai negara seperti AS dan Eropa Barat berpendapat bahwa tidak perlu memaparkan seorang anak terhadap vaksinasi, sekecil apapun risikonya, karena penyakit infeksi adalah ‘sesuatu yang sudah terjadi di masa lalu’. Orang tua harus diberi kesadaran tentang konsekuensi bila anak mereka tidak diimunisasi – bila Herd immunityKekebalan Komunitas (herd immunity)Suatu populasi yang sebagian besar individu telah mempunyai kekebalan terhadap suatu penyakit, sebagai dampak dari imunisasi atau setelah sembuh dari infeksi, perlindungan tersebut akan terjadi pada sebagian kecil yang tidak kebal karena individu rentan sehingga infeksi tidak dapat menyebar. hilang, penyakit dapat kembali berjangkit dan menyebar di masyarakat. Ini terjadi ketika orang kuatir terhadap keamanan vaksin measles, mumps and rubella (MMR) pada tahun 1990an sehingga menyebabkan penurunan tajam cakupan imunisasi di Inggris, yang kemudian diikuti dengan peningkatan kasus penyakit campak, gondongan dan rubela (campak Jerman).

Pengenalan vaksin baru

Berbagai vaksin baru telah diperkenalkan dan rentang umur untuk target imunisasirutin juga telah berkembang. Misalnya, remaja di sejumlah negara saat ini mendap at vaksinasi human papillomavirus dan Bacterial meningitisBakteri meningitisInflamasi selaput yang mengelilingi otak dan sumsum tulang belakang, disebabkan oleh infeksi bakteri. (peradangan selaput otak dan medulla spinalis; disebabkan oleh bakteri), dan orang usia lanjut dianjurkan untuk diberi vaksinasi influenza. Di negara berkembang, wanita usia subur menjadi target vaksinasi setidaknya untuk dua kali vaksinasi tetanus toksoid untuk melindungi mereka dan bayinya dari penyakit tetanus.

Berkomunikasi dengan kelompok umur berbeda memerlukan keterampilan yang berbeda pula dan menggunakan bahasa yang sesuai dengan umur mereka. Petugas perlu dipersiapkan dan dilatih untuk menghadapi berbagai kelompok sasaran dan mengantisipasi kejadian ikutan yang berbeda pula (misalnya kecemasan akan timbul dengan frekuensi yang berbeda pada kelompok umur berbeda).

Transparansi dan akuntabilitas (pertanggungjawaban)

Akhirnya, komunikasi yang baik dengan semua pihak terkait yang relevan adalah penting untuk menjaga kepercayaan publik terhadap layanan imunisasi yang transparan dan bertanggung jawab.