Contoh : Kampanye imunisai massal Japanese Encephaliti

Kampanye imunisai massal Japanese Encephaliti

Pada tahun 2006, liputan media yang tidak akurat tentang vaksin Japanese encephalitis (JE) dalam kampanye imunisasi massal JE hampir saja merugikan kampanye tersebut dan merugikan program imunisasi rutin yang tujuannya adalah untuk melindungi bayi dan anak-anak India dari ancaman penyakit berbahaya.

emerintah India segera melakukan tindakan yang cepat dan tepat dalam merespon laporan yang tidak akurat. Pemerintah India membentuk tim independen yang terdiri dari para ahli dibidang masing-masing. Tim independen ini mempunyai tugas melakukan investigasi dan analisis hubungan terjadinya KIPI dengan pemberian imunisasi. Tim ini melakukan investigasi ekstensif terhadap 504 kejadian KIPI yang dilaporkan melalui sistem surveilans KIPI yang ada. Angka 504 ini termasuk 22 kematian dan 29 kasus tambahan yang ditemukan secara aktif. Tim independen ini menyimpulkan bahwa tidak ada hubungan antara KIPI yang menimbulkan penyakit serius dan kematian dengan vaksinasi. Kesimpulan dari tim independen tidak ada hubungan langsung antara kejadian KIPI yang dilaporkan dengan vaksin JE yang diberikan, sehingga tidak ada alasan untuk menghentikan pemberian vaksin JE kepada masyarakat.37

Temuan Komite Ahli yang independen ini disampaikan dalam forum kesehatan global yaitu Global Vaccine Research Forum and WHO Global Advisory Committee on Vaccine Safety.38

Mengetahui latar belakang angka kematian disuatu wilayah yang tidak ada kaitannya dengan vaksinasi merupakan informasi penting yang harus dijadikan dasar apabila menghadapi kejadian KIPI. Kematian 22 anak yang terjadi pada saat kampanye vaksinasi massal, sama dengan angka kematian 0.24/100.000 penduduk sasaran. Angka kematian anak pada usia yang sama di wilayah itu adalah 8.6/100.000 penduduk. Dengan demikian angka 0,24 kematian/100.000 tidak melebihi angka kematian yang terjadi diwilayah itu.