INTERAKSI ANTARA KIPI DAN SISTEM SURVEILANS EFEK SAMPING OBAT

BPOM biasanya merupakan satu-satunya badan dengan tanggung jawab untuk menjamin keamanan, efektivitas dan kualitas dari vaksin. Walaupun surveilans KIPI merupakan fungsi utama dari BPOM, monitoring keamanan vaksin memerlukan keterlibatan baik program imunisasi nasional maupun BPOM. Kerjasama yang baik dari mereka harus ditunjang dengan peran dan tanggung jawab yang jelas.

Fungsi yang paling kritis untuk memenuhi tanggung jawab BPOM untuk menjamin keamanan vaksin adalah sistem surveilans KIPI yang kuat yang diintegrasikan dengan baik dengan sistem pelayanan imunisasi.

Karena BPOM mempunyai pengetahuan yang terbatas pada struktur dan manajemen program imunisasi nasional, pimpinan program imunisasi perlu terlibat dalam surveilans KIPI dan peranan dari kedua badan tersebut dalam proses ini harus digambarkan dengan jelas.

  NRA   NIP
Monitoring keamanan vaksin
Mengintegrasikan surveilans KIPI dengan system pelayanan vaksin
Pembagian peranan yang jelas dalam pelaporan dan deteksi

Ada beberapa pengalaman dimana EPI Unit, BPOM tidak dapat bekerja sama saat menyusun sistem surveilans KIPI atau efek samping obat nasional. Seringkali ini berujung pada duplikasi kegiatan dan gagal menghimpun data menjadi satu sumber data.Sebagai tambahan, kondisi ini bisa berpotensi menjadi krisis yang tidak terdeteksi dan petugas kesehatan akan melihat ini sebagai hambatan untuk melaporkan KIPI dan efek samping obat.

Pesan Utama

Suatu kerja sama yang baik antara BPOM dan program imunisasi nasional merupakan komponen kritis dari sistem surveilans KIPI yang kuat.

Di beberapa negara dimana BPOM tidak berada dalam posisi yang menentukan, sebagian kegiatannya diambil alih oleh program imunisasi nasional.