Pemangku Kepentingan dalam Global vaccine safety dan kegiatannya

Kerjasama internasional merupakan hal yang esensial untuk menjaga pencapaian yang bermakna untuk program imunisasi hingga saat ini, dan mencegah penyebaran misinformasi tentang keamanan vaksin yang bisa melemahkan dan mengganggu pelaksanaan program imunisasi. Keamanan vaksin merupakan prioritas dan sekaligus tantangan bagi suatu negara. Contoh dari tantangan yang harus ditangani dalam berbagai prioritas tergantung dari konteks lokal, misalnya :

  • Masih adanya praktik penyuntikan yang tidak aman,
  • Penangangan rumor dan kejadian ikutan yang kurang tepat,
  • Kurangnya akses terhadap teknologi baru yang lebih aman seperti auto-disable syringes,
  • Berkembangnya gerakan anti imunisasi, termasuk website anti vaksinasi,
  • Surveilan KIPI yang tidak memadai,
  • Globalisasi dan internet (memberikan dampak lebih besar terhadap misinformasi yang akan meningkatkan kekhawatiran publik tentang keamanan vaksin).

WHO dan partner lainnya mendukung inisiatif global yang bertujuan untuk memperkuat dan mendukung surveilans KIPI nasional, penyelidikan dan penanganannya. Grafik berikut menunjukkan beberapa inisiatif pada tingkat global yang mendukung negara-negara dalam hal keamanan vaksin. Gerakkan kursor komputer anda ke tiap kelompok untuk mengetahui peran secara keseluruhan.

Peran dari Organisasi-organisasi di dalam kelompok ini adalah untuk menjamin bahwa definisi khusus dan konsisten dalam hal keamanan vaksin digunakan secara global. Organisasi ini membuat definisi kasus telah terstandarisasi untuk suatu kejadian ikutan. Organisasi ini terlibat dalam melakukan analisis dan respon global, serta memberikan saran ilmiah terhadap isu keamanan vaksin yang mencuat secara global. Badan Pemantauan Produk memiliki 2 (dua) peran. Pertama, mereka menjamin keamanan produk melalui pertukaran informasi yang tepat waktu. Ke-dua, memberikan informasi dalam hal mutu dan pra-kualifikasi, atau pemenuhan persyaratan produk vaksin. Terdapat 3(tiga) peran dari kelompok ini. Pertama, mereka mendukung pelaporan KIPI dan menjamin dilakukan evaluasi segera terhadap sinyal keamanan. Ke-dua, mereka menjamin bahwa pelaporan KIPI adalah terstandard di seluruh negara. Ke-tiga, mereka mendukung adanya pertukaran data dan penelitian di seluruh negara melalui Global Vaccine Datalink. Peran dari Sistem Surveilan KIPI Nasional adalah untuk merespon dan melakukan investigasi tepat waktudengan cara yang tepat pada saat KIPI dilaporkan. Sistem Surveilan KIPI Nasional merupakan tanggung jawab bersama antara Badan Otoritas regulatori nasional (NRA) dan juga Program Imunisasi Nasional (NIP). Di beberapa negara, tanggung jawab ini juga melibatkan kelompok pendukung lain dan juga produsen vaksin.

Komponen dari Sistem Vaksin Global Abad 2139

GACVS

The Global Advisory Committee on Vaccine Safety (GACVS), didirikan tahun 1999 di bawah WHO's Immunization Safety Priority Project, memberikan masukan dan dukungan kajian ilmiah yang komprehensifke WHO tentang keamanan vaksin sehingga memungkinkan WHO merespon dengan cepat, dan efisien terhadap masalah keamanan vaksin yang berpotensi menjadi isu penting secara global.

WHO dan Mitra

Banyak mitra mendukung kegiatan keamanan obat dalam tingkat global atau regional, khususnya organisasi non pemerintah, seperti akademia, institusi pelayanan klinik dan kesehatan masyarakat.

Brighton collaboration

The Brighton Collaboration, adalah suatu kolabarasi sukarelainternasional yang didirikan tahun 2000, menyusun standar definisi kasus yang diterima secara global untuk mengkaji KIPI sehingga data keamanan dari uji klinik dan sistem surveilans bisa dibandingkan.

Council for International Organizations of Medical Sciences CIOMS/WHO working group

The Council for International Organizations of Medical Sciences (CIOMS) adalah suatu organisasi internasional, non pemerintah, nir laba, yang didirikan bersama oleh WHO dan the United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) – PBB pada tahun 1949. Di dalam CIOMS terdapat beberapa kelompok kerja (misalnya farmakovigilans vaksin).

WHO Programme for International Drug Monitoring (PIDM)

The WHO Programme for International Drug Monitoring (PIDM), didirikan tahun 1968, merupakan jejaring pusat farmakovigilans negara-negara, berkantor pusat di WHO Geneva, dan memiliki WHO Collaborating Centre for International Drug Monitoring, yang berada di Uppsala Monitoring Centre, Swedia.

Kelompok Pendukung Lainnya

Tergantung pada negara bersangkutan, kelompok lain seperti institusi akademia atau lembaga teknis (misalnya national immunization technical advice groups, NITAGs) memberikan dukungan yang signifikan terhadap kegiatan keamanan vaksin.

Pada halaman berikutnya kita akan memperkenalkan beberapa inisiatifdan kegiatannya. Selanjutnya, kita akan memperkenalkan Global Vaccine Safety Initiative, mekanisme dukungan implementasi bagi semua negara dengan tujuanterbangunnya sistem farmakovigilans (pharmacovigilance) yang efektif.