PANDUAN UNTUK STUDI KASUS

Pada studi kasus ini kita akan berperan sebagai petugas farmakovigilans J lombard (NRA/ BPOM) dari Republik Reganda.

Kita bertanggung jawab untuk memonitor insiden KIPI di seluruh negara dan melaporkan hasil temuan ke Kementerian Kesehatan dan Organisasi Badan Internasional (WHO dan UNICEF).
Agar laporan tepat maka kita harus selalu berkoordinasi dengan program imunisasi nasional dan berkonsultasi dengan sumber-sumber informasi yang diterangkan di dalam modul 5. Kita juga bertanggung jawab untuk mengingatkan produsen vaksin dan Badan-badan penyuplai vaksin bila terjadi kasus KIPI yang jelas berhubungan dengan vaksin. Posisi kita di dalam sistem pelaporan KIPI dijelaskan dalam kotak warna ungu pada diagram.

Sistem pelaporan KIPI di Republik Reganda

Suatu kampanye vaksinasi campak massal non selektif sedang berlangsung di Reganda sebagai respon terhadap suatu KLB campak di bagian utara negara yang telah teridentifikasi di bulan Januari. Program tersebut dimulai akhir Februari dan di maksudkan untuk memberikan vaksin campak terhadap semua anak prasekolah (9 bulan – 5 tahun). Sebagian besar anak-anak di Regkita telah mendapatkan vaksinasi campak pada kurang lebih usia 9 bulan. Kampanye imunisasi saat ini dimaksudkan untuk meningkatkan imunitas pada anak-anak yang sebelumnya telah diimunisasi campak dan untuk memberikan proteksi terhadap anak-anak yang sebelumnya tidak pernah mendapatkan imunisasi.

Pada saat studi dimulai kita menerima dua laporan KIPI dari petugas kesehatan regional di propinsi Karoomana, masing-masing satu dari Weston dan Kyogo setelah mendapat imunisasi campak.

Investigasi berlangsung selama 4 hari. Setiap hari kita akan mendapatkan informasi-informasi baru dan sejumlah pilihan, Namun bagaimanapun waktu kita sangat terbatas sehingga kita harus memilih opsi mana yang paling tepat. Oleh karena itu kita harus selalu mengutamakan atau memprioritaskan pelacakan, sehingga dapat mengumpulkan semua informasi secara efisien dari sumber-sumber yang terpercaya.

Pada setiap akhir tahapan, kita akan mendapat kesempatan untuk mengevaluasi progres kita, dan bila perlu mengulang kembali pelacakan tersebut untuk menemukan informasi yang hilang. Kadang-kadang, kita bisa mengumpulkan informasi pada tahapan berikutnya. Ingatlah bahwa sangat penting untuk segera menindaklanjuti bila terjadi KIPI.

Pada akhir studi kasus kita akan menyiapkan laporan singkat ke Menteri Kesehatan (Dr Meeta Swahami, seorang ahli imunologi) untuk menerangkan apa yang sudah terjadi, hasil pelacakan kita dan tindakan-tindakan yang telah kita ambil. Laporan ini akan menentukan sejauh mana kita bisa mengumpulkan informasi yang relevan.

Kita harus sediakan buku catatan untuk melanjutkan.

Catatan penting

Skenario kasus ini dibuat untuk mengilustrasikan bagaimana seharusnya bertindak pada suatu situasi krisis virtual. Harap dicatat bahwa kasus ini sebenarnya sangat jarang terjadi dan isu yang diceritakan yang berkorelasi dengan vaksin biasanya tidak akan terjadi karena proses produksi yang teliti.