VAKSINASI DAN KIPI

Segmen ini mencakup informasi tambahan mengenai :

  • 1Kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI).
  • 2Persiapan untuk KIPI yang tidak dapat dihindari.

VAKSINASI DAN KIPI

Sekali program vaksinasi berhasil dan kekhawatiran akan penyakit menurun, perhatian masyarakat akan lebih banyak terfokus pada KIPI. Penanganan KIPI yang tidak baik dapat merusak kepercayaan masyarakat terhadap vaksinasi. Sebagai akibatnya, tingkat vaksinasi menurun drastis dan kejadian penyakit yang dapat dicegah meningkat kembali meski sebelumnya hampir menghilang.

Liputan media, khususnya Internet, dapat dengan cepat menimbulkan ketakutan masyarakat mengenai keamanan vaksin. Pemerintah dan badan yang bertanggung jawab harus memberikan respons dengan segera dan sebaik-baiknya dengan fakta yang akurat untuk mencegah hilangnya kepercayaan terhadap vaksinasi akibat adanya salah informasi mengenai suatu kejadian ikutan.

Seperti diperlihatkan pada studi kasus ini, kasus kematian siswi tidak lama setelah vaksinasi tidak pernah mencapai tahap krisis karena penanganan situasi secara segera dan sesuai oleh Departemen Kesehatan Nasional.

Cervarix: BUKAN MMR BARU

“Media Inggris mungkin telah belajar dari pemberitaan luar biasa tentang MMR, meskipun hal itu tidak menghentikan berita, beberapa surat kabar menuliskan berita sensasional mengenai vaksin HPV

– Laporan British Medical Journal  (10 Okt 2009)

Apa yang dapat Anda lakukan terhadap KIPI?

Sesi KIPI ini sebagian besar diambil dari dokumen WHO/PAHO yang berjudul "Keamanan Imunisasi: Bagaimana menangani kejadian yang diduga disebabkan oleh vaksinasi atau imunisasi?"

Terdapat lima jenis KIPI :

KIPI yang dapat dihindari atau ditanggulangi :

Reaksi KIPI akibat kesalahan prosedur

KIPI yang disebabkan oleh penanganan, peresepan atau pemberian vaksin yang tidak tepat, yang tentunya dapat dicegah.

Reaksi terkait kesalahan imunisasi dapat dicegah dengan pemberian pelatihan dan peralatan yang memadai.

Reaksi KIPI akibat kecemasan karena takut disuntik

Suatu KIPI yang muncul akibat kecemasan terhadap imunisasi.

Penjelasan yang baik mengenai imunisasi dan pemberian secara tenang dan percaya diri dapat menurunkan tingkat kecemasan terhadap injeksi, dan dengan demikian menurunkan kemungkinan kejadian ikutan.

KIPI yang tidak dapat dihindari :

Reaksi KIPI yang terkait komponen vaksin

Suatu KIPI yang di sebabkan atau dipicu oleh suatu vaksin akibat satu atau lebih bahan dasar produk vaksin tersebut.

Reaksi KIPI yang terkait dengan cacat mutu vaksin

Suatu KIPI yang di sebabkan atau dipicu oleh suatu vaksin, yakni karena satu atau lebih gangguan kualitas produk vaksin termasuk alat penyuntik yang disediakan oleh produsen.

Kejadian Koinsiden

Suatu KIPI yang di sebabkan oleh suatu selain produk vaksin, kesalahan imunisasi, atau kecemasan imunisasi.

Pejabat kesehatan dapat mengambil beberapa langkah terlebih dahulu:

  • Antisipasi. Jangan menunggu hingga terjadi krisis. Bersiaplah untuk menghadapi hal yang tidak dapat dihindari.
    Ini termasuk mengetahui angka kejadian dasar kemungkinan terjadinya kejadian ikutan yang berat.
  • Pelatihan petugas vaksinasi di semua tingkatan untuk memberikan respons yang memadai.
  • Konfirmasi semua fakta sebelum membuat pernyataan publik apapun.
  • Persiapkan suatu rencana untuk bereaksi terhadap krisis pada saat kejadian terjadi. Ini mencakup pelaporan KIPI segera ke badan nasional yang bertanggung jawab atas pengawasan obat.

Lihat Sumber bagian untuk informasi tambahan mengenai bagaimana persiapan untuk terjadinya KIPI.

Data dasar

Program vaksinasi yang spesifik untuk remaja dan dewasa muda relatif baru, dan data mengenai insidens dasar sebagian penyakit pada populasi ini masih terbatas. Karena vaksinasi HPV terdiri dari tiga dosis vaksin selama periode enam bulan, praktis semua hal yang terjadi selama setahun dalam hidup sang remaja akan diasosiasikan secara temporal dengan suntikan vaksin.

Penting untuk mengetahui insiden/prevalensi berbasis populasi pada era sebelum vaksin HPV agar dengan segera dapat membedakan antara kejadian ikutan yang benar-benar disebabkan oleh vaksin dengan kekhawatiran yang dikaitkan dengan vaksin.

Untuk memahami data dasar (background rates), para peneliti memeriksa data konsultasi yang bersifat gawat darurat, perawatan di rumah sakit, dan kunjungan poliklinik remaja putri dan wanita usia dewasa muda selama tahun 2005.80