Hari ke dua : selasa 19 April 2011

Ketika kita tiba di kantor, ada dua hal yang menunggu tindakan kita.

Telah tiba satu kiriman yang isinya sampel vaksin campak Klinigen dan pelarutnya yang berasal dari daerah yang mengalami musibah di propinsi Karoomana. Parsel tersebut berasal dari dr Ramon Cajal, yang sedang meneliti kasus-kasus tersebut. Sampel tersebut dikirim dengan rantai dingin. Kita instruksikan agar sampel segera dikirimkan ke laboratorium rujukan nasional, yang juga berada di Freeport tidak jauh dari kantor kita. Kita menyiapkna dokumen tentang proses pengumpulan spesimen, cara pengiriman dan tes apa saja yang akan kita minta. Kita suatu catatan bahwa sampel seperti ini seharusnya tidak dikirimkan langsung ke kita, karena kita tidak memiliki fasilitas untuk menyimpan dengan benar atau untuk melakukan pemeriksaan- bila hal-hal seperti ini terjadi lagi seharusnya barang dikirim langsung ke laboratorium rujukan.

Ada satu laporan KIPI dari Provinsi Trent, yang menyatakan adanya KIPI setelah imunisasi MMR pada bayi usia 9 bulan. Dia mengalami reaksi lokal berat di lokasi penyuntikan.

Karena tidak ada lagi hal-hal yang memerlukan tindakan segera, kita putuskan untuk :

  • Mencari informasi lebih jauh tentang penggunaan vaksin campak Klinigen yang seharusnya, untuk meyakinkan bahwa vaksin tersebut telah diberikan dengan bener kepada sasaran anak yang tepat.
  • Membuat pengkategorian yang tepat pada gejala yang terlihat pada anak-anak yang terkena KIPI.

Pilihlah aktifitas apa yang akan kita lakukan berikutnya.


Carilah informasi dari Brighton Collaboration.

Laksanakanlah suatu pencarian on line untuk definisi gejala2 yang disebutkan dalam laporan KIPI dan temukan publikasi-publikasi berikut :

Kohl KS, et al The development of standardized case definitions and guidelines for adverse events following immunization. Vaccine 2007; 25(31):5671–5674.

Sejvar JJ et al. Encephalitis, myelitis, and acute disseminated encephalomyelitis (ADEM): case definitions and guidelines for collection, analysis, and presentation of immunization safety data. Vaccine 2007;25(31):5771–5792.

  • Hal berikut merupakan aktifitas relevan, dengan mengunakan definisi kasus standar yang sangat crusial untuk tetap membuat informasi berimbang.
  • Publikasi-publikasi ini akan mensuplai definisi tentang reaksi yang sudah disetujui. Setelah membaca publikasi-publikasi tersebut, maka kita akan mampu untuk melakukan kategorisasi laporan-laporan KIPI yang telah kita terima.

Hubungi laboratorium referensi nasional.

Kita hubungi Sekertaris dari Kementrian Kesehatan, katakan bahwa kita akan berbicara langsung dengan yang bersangkutan.

Sekretaris mengatakan :

"Satu kiriman berukuran besar berisi vaksin telah tiba. Apa itu dan apa yang kita minta saya lakukan terhadap itu ?"

Kita menerangkan bahwa terdapat satu bets vaksin yang diduga menyebabkan kejang dan demam pada anak usia muda.

Laboratorium memutuskan untuk melakukan test sterilitas, toksisitas dan potensi. Vaksin yang masih ada akan disimpan secara benar, bila saja diminta untuk dikirimkan ke produsen vaksin atau laboratorium lain untuk langkah berikutnya.

  • Pada kasus ini, langkah ini sangat penting untuk memastikan cara penyimpanan vaksin yang benar.
  • Bila kita belum menghubungi laboratorium referens nasional, rantai dingin mungkin rusak, dan hasil apapun dari analisa vaksin bets tersebut akan menjadi invalid.

Hubungi Kementrian Kesehatan.

Kita telepon Sekertaris dari Kementrian Kesehatan, katakan bahwa kita akan berbicara langsung dengan yang bersangkutan.

  • Hubungi menteri Kesehatan setelah melakukan suatu riset yang teliti dan menyelesaikan informasi yang relevan terkompilasi.

Sekretaris mengatakan :

"Dr Swahamii satu rumah sakit baru di Mantus hari ini, dan tidak akan kembali sampai malam ini. Apakah kita akan meninggalkan pesan untuk dia, atau kita mau menelpon dia jam 4.30 besok siang."

Dia berkata bahwa yang bersangkutan mengharapkan adanya laporan tertulis tentang hal yang berhubungan dengan imunisasi dan kita akan meletakkan laporan tertulis tersebut di mejanya setelah diterima.

  • Hindarilah informasi rumit kepada Menteri Kesehatan melalui sekretarisnya. Dengan mengirimkan laporan tertulis anada dapat pastikan bahwa informasi yang tepat akan sampai.

Lakukan konsultasi kepada Global Advisory Committee on Vaccine Safety (GACVS) website untuk laporan apapun tentang imunisai campak.

Kita mencari laporan-laporan tentang vaksin campak pada website GACVS tersebut.

  • Ini adalah aktivitas yang relevan karena dapat membantu kita mendapatkan informasi tentang efek simpang vaksin terebut.

Sebagian besar informasi akan berkaitan dengan imunisasi campak sebagai komponen dari MMR. Tidak ada hal yang menunjuk kearah isu-isu sebelumnya dengan vaksin campak Klinigen.

  • Kita sudah menchek badan advisory global untuk informasi yang mungkin saja ada kaitan dengan reaksi KIPI terobservasi dengan vaksin campak.

Namun, terdapat suatu paper mengenai imnss campak pada anak-anak HIV positif yang meng-konfirmasi bahwa :

"Bukti-bukti tak ada yang menunjukkan adanya risiko serius penggunaan vaksin campak pada anak-anak HIV positif. Meski jutaan dosis vaksin campak telah diberikan pada anak-anak dengan HIV positif , hanya 1 laporan kasus yg teridentifikasi adanya kemungkinan reaksi KIPI berat."


Anda juga memeriksa laporan dari Institute of Medicine"Adverse Effects of Vaccines: Evidence and Causality" (halaman 118 kesimpulan 4.2) dari internet yang menyatakan : "Bukti-bukti yang ada tidak lah cukup untuk menerima atau menolak adanya satu hubungan kausal antara vaksin MMR dan encephalitis".

  • Tidak ada indikasi bahwa vaksin sendiri tidak tepat untuk anak-anak yang sudah mendapatkannya, bahkan bila mereka HIV positif.

Kunjungi WHO website yang menyediakan nasehat ilmiah dari website lain yang terperpercaya secara ilmiah.

Kita mencari lagi informasi tambahan di Vaccine Safety Net, yang merupakan website WHO dimana semua website tentang informasi bermanfaat mengenai keamanan vaksin yang terkumpul.

Tidak ada indikasi yang mengarah ke isu-isu sebelumnya dengan vaksin campak Klinigen, atau adanya penyalah gunaan vaksin itu sendiri.

  • Hal ini merupakan aktivitas yang relevan, karena akan membantu kita dengan informasi tentang kejadian efek samping dan vaksin sendiri.

    Kita sekarang sudah memeriksa sumber-sumber terpercaya mengenai isu-isu potensial yang diketahui tentang vaksin.