HARI KE-1: JUMAT 8 APRIL 2012

Kita tiba di kantor dan menemukan laporan tertanggal 6 April 2012 (klik di sini untuk menampilkan form pelaporan KIPI standar dari WHO sebagai contoh) dari manajer Chandra Medical Centre (Katchija Road 12, 1202 Karoom, Regkita. Nomor telepon: +049346 54 4568) di meja kita.

Sarita Priya, salah satu petugas kesehatan masyarakat, melaporkan bahwa seorang anak perempuan jatuh sakit setelah mendapat vaksin campak baru. Ia tidak yakin benar jenis sakit apa yang terjadi. Kejadian sakit tersebut dilaporkan oleh Ny.Chidawayo, ibu dari anak tersebut.

Klik aktivitas yang akan kita lakukan sebagai langkah selanjutnya. Cobalah untuk memilih sesuai urutan prioritas.


Telepon petugas kesehatan yang memberikan vaksin dan yang pertama kali melaporkan terjadinya reaksi

Kita menelepon SaritaPriyadi Chandra Medical Centre. Sarita memiliki pengalaman beberapa tahun dalam melaksanakan program imunisasi,terutama pada anak berusia di bawah 1 tahun. Ini baru kedua kalinya ia harus melaporkan suatu KIPI pada manajernya.

Sarita berkata:

"Pada hari Rabu (6 April 2012) pukul 11.00 pagi, Susan Chidawayo datang ke klinik dan menceritakan kepada saya bahwa putrinya, Martha,  jatuh sakit setelah ia divaksinasi pada hari Senin (4 April 2012).

Sebelum vaksinasi, saya mengajukan beberapa pertanyaan pada ibunya dan memastikan bahwa anak tersebut tidak memiliki masalah medis, tidak ada riwayat alergi, dan ia makan seperti biasa. Saat melihat Martha, ia tampak sehat, dan saya ingat tidak ada masalah dalam pemberian injeksi – ia menangis sedikit namun tidak ada masalah lain. Setelah itu, saya menjelaskan kepada Susan bahwa Martha dapat mengalami demam, namun tidak akan lama, dan apabila terjadi demam ia harus memberikan parasetamol kepada Martha. Namun ternyata Susan menemukan bahwa sore harinya Martha mengalami demam dan kemudian disertai twitching pada malam hari (sekitar pukul 10 malam) setelah vaksinasi – kedua lengan dan lehernya kejang (jerking) dan matanya tidak terfokus dengan baik, nafsu makan menurun: ia sangat gelisah sepanjang keesokan harinya. Susan mengatakan bahwa saat ini demam Martha sudah hilang dan ia tampak membaik. Ia menanyakan kepada saya apakah ada yang perlu diberikan kepada Martha. Saya memintanya untuk mengawasi Martha dengan ketat dan menghubungi saya apabila kondisinya memburuk. Namun, ia tidak kembali lagi ke klinik, sehingga saya berasumsi ia sudah sembuh.

Saya menggunakan salah satu vaksin campak vial multidosis, yang dicampur untuk sesi tersebut menggunakan pelarut yang disediakan dari produsen, Martha adalah anak kedua yang divaksinasi setelah vial dicampur, 7 anak lain juga mendapat vaksin dari vial yang sama. Saya tidak mendengar ada masalah dengan anak lain dari sesi tersebut. Vial tersebut dibuang pada pukul 12.30 siang dan saya mencatat jam pembuangan vial tersebut.

Bila perlu menghubungi Ny.Chidawayo, kita dapat menemukan semua detailnya pada catatan administrasi klinik."

  • Tindakan ini penting karena memberikan kita informasi tangan pertama mengenai pasien dan imunisasinya,
  • Kita akan memerlukan informasi lebih banyak mengenai anak, gejala, dan vaksin.

Cari informasi mengenai vaksin dari produsen

Kita mencari informasi mengenai vaksin dari website Klinigendan dan dari brosur dalam kemasan.

Vaksin measles mumps rubella varicella (campak, gondongan, rubela, cacar air) Klinigen "Oovivax" mendapat lisensi pada bulan Juni 2011. Vaksin tersebut tersedia dalam vial multidosis yang harus diencerkan dengan 1 ml pelarut steril ‘Easydil’ dari produsen dan harus digunakan dalam waktu 6 jam.

Vaksin yang dibeku keringkan ini memiliki waktu paruh penyimpanan selama 1 tahun. Vaksin ini dimaksudkan untuk injeksi subkutan (0,5 ml) pada anak hingga usia 12 tahun, dan 0,2 ml pada dewasa. Setiap vial yang diencerkan berisi cukup vaksin untuk 10 anak berusia maksimal 12 tahun.

Jadwal yang direkomendasikan adalah injeksi tunggal sebagai booster, atau untuk orang yang belum diimunisasi, dua injeksi dengan interval 1 bulan. Vaksin ini tidak cocok untuk diberikan pada anak kurang dari 9 bulan. Sebaiknya vaksin tidak diberikan pada anak yang sedang demam. Beberapa reaksi ringan dapat terjadi, seperti peningkatan suhu ringan pada 5% hingga 6% anak yang divaksinasi,  ruam ringan pada 1% hingga 2% anak, terkadang ruam ringan dan gangguan lambung ringan atau rhinofaringitis singkat. Demam atau ruam, atau keduanya, biasanya muncul antara hari ke-5 hingga ke-12 setelah vaksinasi dan berlangsung selama satu hingga dua hari.

  • Informasi ini, yang juga terdapat dalam kemasan vaksin, cukup relevan dan harus diisi pada lembar pelaporan Kita.

Menunda klinik vaksinasi pada hari berikutnya

Kita memutuskan bahwa bisa terjadi risiko yang sama berkaitan dengan vaksin campak yang sedang kita gunakan, dan memasang  pengumuman di jendela klinik yang mengatakan bahwa program tersebut akan ditunda selama beberapa hari. Kita juga menghubungi beberapa petugas kesehatan masyarakat, sehingga informasi dapat diteruskan secara langsung pada para orangtua atau pengasuh anak yang dijadwalkan untuk datang ke klinik pada hari Jumat.

  • Langkah ini kurang tepat. Kita tidak memiliki informasi yang cukup untuk mengetahui apakah terdapat risiko berkaitan dengan vaksin pada tahap ini, dan tindakan ini dapat menimbulkan masalah. Terlebih lagi, penyebaran rumor dan informasi yang salah di masyarakat mungkin dapat menyebabkan ketakutan yang tidak perlu dan akan mengganggu program.

Poin utama

Catat informasi yang telah terkumpul di contoh lembar laporan pra-investigasi.