CARA PEMBERIAN

Cara pemberian adalah bagaimana vaksin (atau obat) dimasukkan kedalam tubuh penerima (resipien). Cara pemberian vaksin ini merupakan faktor utama keberhasilan imunisasi. Kandungan vaksin akan didistribusikan keseluruh tubuh dari tempat vaksin dimasukkan kedalam tubuh, dengan memanfaatkan mekanisme transportasi dalam tubuh manusia agar vaksin terdistribusi dengan baik dan memberikan dampak yang baik dalam pembentukan imunitas.

Injeksi intramuskuler (IM) : vaksin diberikan melalui suntikan kedalam massa otot. Vaksin yang mengandung adjuvan harus diberikan secara intramuskuler untuk mengurangi reaksi lokal.

Sedangkan injeksi subkutan (SK), vaksin disuntikan dibawah kulit diatas otot.

Suntikan intradermal (ID) : vaksin disuntikan pada lapisan teratas kulit. BCG adalah satu-satunya jenis vaksin yang disuntikan secara intradermal. Pemberian BCG secara intradermal mengurangi risiko terdjadinya kelainan neurovaskuler. Kebanyakan petugas imunisasi menganggap bahwa BCG paling sulit pemberiannya, karena umumnya kulit bayi sangat tipis dan lengan bayi sangat kecil, dan jarum yang dipakai untuk BCG adalah nomor 26, 15 mm. Sedangkan untuk vaksin lain digunakan jarum ukuran 23, 25 mm, baik untuk suntikan subkutan maupun intramuskuler.

Pemberian vaksin secara oral, mengurangi kebutuhan akan jarum suntik dan semprit, dan membuat proses pemberian lebih mudah.

Semprotan Intranasal merupakan prosedur yang bebas dari jarum dimana vaksin disemprotkan melalui mukosa nasal.

Cara pemberian vaksin bervariasi menurut jenis vaksin untuk memaksimumkan efektivitas vaksin
Cara pemberian vaksin bervariasi menurut jenis vaksin untuk memaksimumkan efektivitas vaksin

Pesan Utama

Produsen vaksin biasanya menganjurkan cara tertentu pada pemberian vaksin untuk mengurangi semaksimal mungkin efek simpang dari vaksin yang bersangkutan.