Contoh : Vaksin RotaTeq®

Sejak pertama kali vaksin RotaTeq® diperkenalkan dan memperoleh ijin edar di Amerika Serikat pada tahun 2006, maka US-CDC dengan Advisory Committee on Immunization Practices (ACIP) secara rutin memantau keamanan vaksin RotaTeq® ini melalui Vaccine Adverse Event Reporting System (VAERS).

Setahun setelah vaksin RotaTeq® beredar, ACIP melakukan review terhadap data yang dikumpulkan untuk melihat frekuensi terjadinya intususepsi usus pada anak yang diberi vaksin RotaTeq®. Ternyata kejadian intususepsi yang ditemukan tidak melebihi angka rujukan (background rate). Angka rujukan adalah angka kejadian intususepsi di masyarakat luas yang tidak menerima vaksinasi RotaTeq®. Sebagai informasi tambahan, pada kegiatan surveilans aktif yang dilakukan terhadap populasi dimana anak-anaknya diasuransikan tidak ditemukan adanya kejadian intususepsi pada 28.000 anak-anak yang diberi vaksinasi RotaTeq® secara lengkap, lebih dari 30 hari setelah vaksinasi.22 Berdasarkan hasil pengamatan ini, maka ACIP mengatakan bahwa vaksin RotaTeq® aman untuk digunakan pada imunisasi rutin dengan sasaran bayi usia 2,4 dan 6 bulan.23 Sejak vaksin Rotavirus generasi kedua ini diperkenalkan dalam program imunisasi rutin di Amerika Serikat, telah berhasil mengurangi angka perawatan diare berat di rumah sakit sampai 70—80%. Vaksin Rotavirus ini juga berhasil mencegah terjadinya diare pada anak yang belum diimunisasi vaksin Rotavirus karena memutuskan rantai penularan infeksi Rotavirus.