Vaksin Campak Dan Infeksi HIV

Credit: WHO / Christopher Black

Penghargaan diberikan kepada : WHO/Christopher Black. Infeksi virus campak pada anak dengan infeksi HIV dapat menimbulkan penyakit berat sampai kematian. Bayi yang lahir dari ibu yang terinfeksi HIV mempunyai risiko yang lebih tinggi terinfeksi virus campak sejak usia 9 bulan.

Vaksin campak adalah vaksin yang dibuat dari virus hidup yang dilemahkan (live attenuated vaccine), merupakan vaksin yang sangat efektif dan aman. Vaksin campak harus diberikan secara rutin kepada anak yang rentan terinfeksi HIV, anak tanpa gejala klinis terinfeksi HIV, usia dewasa dan remaja. Hanya mereka yang jelas menunjukkan infeksi HIV secara klinis merupakan kontra indikasi pemberian vaksinasi campak. Penderita infeksi HIV berat tidak mampu membuat antibodi, sehingga pemberian vaksinasi campak dapat menimbulkan komplikasi yang berat. 

Seorang anak yang terinfeksi virus HIV mempunyai risiko yang lebih tinggi terserang penyakit campak pada usia 9 bulan, maka WHO menyarankan agar vaksinasi campak diberikan pada usia yang lebih awal yaitu pada usia 6 bulan. Pemberian vaksinasi pada usia 6 bulan, diikuti dengan dosis rutin pada usia 9 bulan (atau disesuaikan dengan jadual imunisasi rutin). Pemberian vaksinasi di usia lebih awal direkomendasikan karena memberikan serokonversi lebih baik pada anak yang terinfeksi HIV daripada jika diberikan pada usia 9 bulan, mungkin diduga karena adanya peningkatan immunodefisiensi yang dikaitkan dengan infeksi virus HIV dengan bertambahnya umur.

Bayi yang terinfeksi HIV yang diberikan vaksinasi campak pada usia 6 bulan dan 9 bulan harus diberikan dosis ketiga (atau kesempatan kedua) agar dapat melindungi dari bahaya yang lebih besar. Penelitian yang dilakukan belakangan ini menyimpulkan bahwa terjadi penurunan tingkat kekebalan pada anak-anak yang terinfeksi HIV. Dengan demikian saran pemberian vaksin campak pada usia yang lebih awal dan diulang pada usia yang lebih tua merupakan saran yang sangat baik terutama didaerah endemis HIV.31