Vaksin influensa Intranasal

Keterangan gambar: Bell’s palsy (terjadinya kelumpuhan otot sisi sebelah wajah) setelah pemberian vaksin influensa intranasal
Keterangan gambar: Bell’s palsy (terjadinya kelumpuhan otot sisi sebelah wajah) setelah pemberian vaksin influensa intranasal

Pada bulan oktober tahun 2000 vaksin intranasal untuk influensa diizinkan beredar di Swiss . Dari studi kasus-kontrol yang dilakukan, ditemukan terjadinya peningkatan kejadian Bell’s palsy (kelumpuhan otot wajah pada satu sisi) setelah vaksinasi menggunakan vaksin intranasal ini. Setelah menerima laporan ini, produsen menarik vaksin influensa intranasal ini dari peredaran.

Dari pengalaman tersebut maka Global Advisory Committe on Vaccine Safety (GAVCS) memberikan rekomendasi tambahan agar lebih hati-hati dalam pengembangan vaksin intranasal dan uji klinis diperpanjang selama tiga bulan setelah pemberian vaksinasi intranasal.

Pada tahun 2003, vaksin intranasal yang menggunakan mikroorganisme hidup yang sudah dilemahkan, hasil dari proses reasortment diberi izin edar di Amerika Serikat. Mikroorganisme hasil reasortment ini dilemahkan melalui proses pendinginan. Vaksin ini berbeda dalam formulasi pembuatannya dari vaksin intranasal yang diinaktivasi dan diberi ajuvan. Tidak ada kejadian Bell’s palsy dilaporkan setelah pemberian vaksin intranasal ini. Sampai dengan 6 Juli 2006, setelah lebih dari 4 juta dosis vaksin secara intranasal diberikan kepada resipien hanya dilaporkan 5 kejadian Bell’s palsy melalui sistem pelaporan yang ada. Tidak ada hubungan kausalitas antara kejadian ini dengan vaksin.

GAVCS secara terus menerus melakukan review terhadap keamanan vaksin yang diberikan secara intranasal.