IMUNISASI PADA IBU HAMIL

Pesan Utama

Belum pernah ada laporan efek samping pada pemberian vaksinasi dengan vaksin virus atau bakteri mati / inaktivasi atau dengan toksoid kepada ibu hamil.

Influenza

Vaksin influenza dengan virus yang sudah diinaktivasi dianjurkan untuk diberikan pada ibu hamil, karena manfaatnya dirasakan baik untuk ibu maupun bayi mereka. Sedangkan vaksin jenis LAV secara teoritis beresiko pada bayi mereka, sedangkan vaksin jenis LAV secara teoritis beresiko pada bayi yang dikandung, sehingga merupakan kontraindikasi diberikan pada ibu hamil.

Vaksinasi influenza musiman dianjurkan untuk diberikan kepada ibu hamil pada saat musim influenza. Rekomendasi ini bukan hanya untuk melindungi ibu hamil dari influenza, tetapi juga untuk melindungi bayi dari influenza pada bulan-bulan pertama kehidupan mereka73. WHO’s Strategic advisory committe ( SAGE) akhir-akhir ini telah mendiskusikan vaksin influenza musiman dan merekomendasikan wanita hamil sebagai kelompok risiko yang paling penting untuk vaksinasi ini. SAGE juga mendukung rekomedasi, tanpa urutan prioritas, untuk memberikan vaksinasi influenza musiman kepada kelompok berikut :77

  • Petugas kesehatan,
  • Anak usia 6-59 bulan,
  • Orang usia lanjut,
  • Mereka yg beresiko tinggi.

Tetanus

Seluruh dunia telah menyatakan komitmen mereka untuk melakukan eliminasiEliminasiPenurunan ke angka nol (atau didefinisikan sebagai target sangat rendah) kasus baru dari penyakit infeksi di suatu area secara geografis sebagai hasil upaya kesehatan; dan penilaian berkesinambungan untuk mencegah terjadinya kembali transmisi. tetanus maternal dan neonatalTetanus neonatalTetanus yang terjadi pada bayi baru lahir. (MNT atau Maternal and Neonatal Tetanus), yaitu penurunan angka insidens tetanus maternal dan tetanus neonetorum menjadi kurang dari 1/1000 kelahiran hidup pertahun di tingkat kabupaten. Sampai dengan tahun 2012 masih ada 35 negara yang belum mencapai eliminasi MNT.

Semua WUS, baik pada masa kehamilan atau diluar kehamilan harus diberikan vaksinasi TT untuk melindungi diri yang bersangkutan maupun bayi yang dilahirkan dari tetanus. Tetanus neonatorum biasanya fatal, namun sepenuhnya dapat dicegah melalui pemberian vaksinasi TT kepada ibu hamil.

Manfaat pemberian imunisasi TT kepada ibu hamil melebihi potensi efek simpangnya terutama bila kemungkinan paparan penyakitnya tinggi, atau bila infeksi tetanus menimbulkan risiko kepada ibu dan anaknya, sedangkan vaksinnya sendiri jarang menimbulkan kerugian. Setiap kejadian harus dinilai kasus per kasus.