Glossary

A

Adrenalin

Adrenalin

Suatu obat yang digunakan untuk mengatasi reaksi alergi hebat (anafilaksis). Juga suatu hormon yang diproduksi oleh kelenjar adrenal.

Ajuvan

Ajuvan

Adalah substansi farmakologi (garam alumunium, emulsi minyak dalam air) yang dapat mengubah efek dari substansi lain seperti obat atau vaksin yang apabila diberikan sendiri yang hanya sedikit memberikan efek langsung. Ajuvan seringkali berada di dalam vaksin dengan tujuan untuk memperkuat respon imun dari resipien terhadap antigen, untuk meminimalisasi materi asing.

Anafilaksis

Anafilaksis

Kejadian akut yang melibatkan multisistem dalam tubuh manusia sebagai reaksi alergi (IgE imediated) terhadap substansi asing yang masuk kedalam tubuh seseorang. Substansi asing ini dapat berupa obat, vaksin ataupun makanan. Gejala anafilaksis termasuk sulit bernafas, penurunan kesadaran, dan penurunan tekanan darah. Kondisi ini dapat bersifat fatal dan memerlukan tindakan medis dengan segera.

Analisis pilihan

Analisis pilihan

Suatu sistem untuk memilih urutan berganda dengan tujuan untuk menentukan pilihan terbaik dalam lingkungan tertentu.

Analisis risiko — manfaat

Analisis risiko — manfaat

Evaluasi dan penilaian risiko relatif serta manfaat dari suatu intervensi, misalnya potensi manfaat dari perlindungan terhadap campak dan komplikasinya yang disebabkan oleh vaksinasi, terhadap potensi risiko terjadinya reaksi simpang vaksin.

Antibiotik

Antibiotik

Substansi untuk membunuh atau menghambat pertumbuhan bakteri. Antibiotik (dalam jumlah sedikit) digunakan selama fase pembuatan beberapa vaksin tertentu untuk mencegah kontaminasi bakteri pada sel kultur jaringan.

Antibodi

Antibodi

Protein khusus yang diproduksi oleh plasmosit sebagai respon terhadap antigen (substansi asing seperti bakteri atau virus). Antibodi terikat pada antigen mikroorganisme sebagai tahap awal proses pertahanan tubuh terhadap infeksi.

Antigen

Antigen

Substansi asing didalam badan yang memicu untuk menghasilkan antibodi.

Asesmen kausalitas(atau hubungan kausalitas)

Asesmen kausalitas(atau hubungan kausalitas)

Suatu telaah data sistematik tentang kasus KIPI untuk menentukan kemungkinan hubungan sebab akibat antara kejadian ikutan dengan vaksin yang diberikan.

Asma

Asma

Penyakit saluran pernafasan kronik yang ditandai dengan penyempitan saluran nafas paru-paru yang menyebabkan kesulitan bernafas mendadak dan berulang, batuk, dada tertekan dan mengi.

Asosiasi temporal

Asosiasi temporal

Dua atau lebih kejadian yang terjadi pada waktu yang bersamaan. Kejadian pertama dapat berhubungan atau tidak berhubungan dengan kejadian berikutnya.

Atopi

Atopi

Predisposisi genetik akibat terbentuknya reaksi hipersensitivitas segera terhadap antigen lingkungan (alergi atopi) yang secara umum bermanifestasi sebagai rinitis alergika, asma bronkial, dermatitis atopi, atau alergi makanan.

Autisme

Autisme

Suatu gangguan perkembangan saraf yang pada umumnya diagnosis ditegakkan pada usia antara 18-30 bulan. Gejala termasuk masalah interaksi sosial dan komunikasi, juga perhatian dan aktifitas yang dilakukan berulang kali. Sampai saat ini penyebab autisme tidak diketahui.

Awitan timbul gejala

Awitan timbul gejala

Periode waktu antara intervensi (dalam hal ini, imunisasi) dan timbulnya reaksi ikutan vaksin.

B

Bacillus Calmette-Guérin (or Bacille Calmette-Guérin, BCG

Bacillus Calmette-Guérin (or Bacille Calmette-Guérin, BCG)

Lihat vaksin Tuberkulosis.

Badan regulasi nasional

National regulatory authority (NRA)

Badan regulasi yang memberikan izin, prosedur untuk meyakinkan obat-obatan termasuk vaksin, bahwa keamanan dan potensinya terjamin. Pabrik vaksin bertanggung jawab memproduksi batch vaksin yang memenuhi persyaratan uji spesifisitas yang diberikan oleh NRA. NRA juga bertanggung jawab secara resmi terhadap proses lot rilis vaksin sesuai dengan data dan informasi yang diberikan oleh produsen vaksin dan bertanggung jawab terhadap semua jenis uji konfirmasi.

Bakteri

Bakteri

Bentuk sel tunggal hidup, yang dapat berkembang biak secara cepat dengan sendirinya. Beberapa bakteri dapat menyebabkan penyakit.

Bakteri meningitis

Bakteri meningitis

Inflamasi selaput yang mengelilingi otak dan sumsum tulang belakang, disebabkan oleh infeksi bakteri.

BCG osteitis

BCG osteitis

Reaksi dari vaksinasi BCG yang jarang, menyebabkan peradangan pada tulang.

Beban penyakit

Beban penyakit

Dampak penyakit pada polulasi tertentu pada umumnya dibuat dengan terminologi angka kematian atau kesakitan, atau beberapa pengukuran lain seperti healthy life lost atau disability adjusted life years (DALYs).

Bell's palsy

Bell's palsy

Paralisis dari satu nervus fasialis (saraf otot yang bertanggung jawab terhadap otot wajah) dengan penyebab tidak diketahui. Ditandai dengan penampilan wajah yang asimetri, disebabkan oleh kelumpuhan pada satu sisi. Beberapa keadaan yang dapat menyebabkan kelumpuhan wajah antara lain infeksi virus, tumor otak, stroke dan penyakit Lyme. Namun, apabila penyebab tidak dapat diidentifikasi, keadaan ini disebut sebagai Bell’s palsy.

Berbasis bukti

Berbasis bukti

Riset yang didasarkan pada penyelidikan sistematis dari luaran intervensi yang terkontrol; hasil luaran ini telah diverifikasi oleh peneliti lain dengan menggunakan metode yang sama.

Bradikardia

Bradikardia

Denyut jantung abnormal rendah.

Brighton Collaboration

Brighton Collaboration

Suatu kerjasama internasional sukarela untuk memfasilitasi pembentukan, evaluasi dan penyebaran informaasi yang berkualitas tinggi mengenai keamanan vaksin manusia. Untuk informasi lebih lanjut, lihat http://www.brightoncollaboration.org.

Bufer

Bufer

Substansi yang berfungsi untuk meminimalkan perubahan keasaman suatu larutan ketika terjadi penambahan asam atau basa. Bufer digunakan pada proses pembuatan beberapa jenis vaksin.

C

Cacar (Smallpox)

Cacar (Smallpox)

Penyakit akut, sangat menular, seringkali fatal yang disebabkan oleh virus variola, dan ditandai dengan demam tinggi, dan rasa nyeri diikuti dengan terbentuknya erupsi kulit berisi air, bernanah yang menyebar, dan menimbulkan keropeng. World Health Assembly mendeklarasi eredikasi pada tahun 1980.

Campak

Campak

Penyakit virus yang sangat menular, ditandai dengan demam dan timbulnya ruam merah pada kulit yang dapat menimbulkan kematian bila menyerang anak-anak dan individu dengan daya tahan tubuh lemah.

Cell-mediated immunity

Cell-mediated immunity

Respon imun yang tidak melibatkan antibodi, sel darah spesifik, leukosit, dan limfosit menyerang dan menghancurkan antigen.

Challenge, dechallenge and rechallenge

Challenge, dechallenge, rechallenge

Protokol penelitian mengenai pemberian obat atau pengobatan, dihentikan kemudian diberikan kembali, dan dilakukan pemantauan efek samping pada setiap tahap. Hal ini merupakan salah satu standar untuk menilai reaksi samping obat namun biasanya tidak mungkin dilakukan pada penelitian vaksin atau investigasi KIPI.

Cost-effective

Cost-effective

Analisis ekonomi dengan membandingkan perbedaan biaya yang dikeluarkan pada berbagai intervensi dengan memperkirakan biaya setiap hasil kesehatan (health outcome) untuk setiap hasil intervensi. Hal ini menggambarkan intervensi yang memberikan dampak paling besar terhadap biaya yang diberikan.

D

Definisi kasus yang terstandarisasi

Definisi kasus yang terstandarisasi

Definisi formal yang umum digunakan, untuk kejadian kesehatan yang berhubungan dengan surveilans. Definisi kasus yang berhubungan dengan kejadian kesehatan termasuk manifestasi klinis (misalnya gejala), hasil laboratorium, informasi epidemiologi (misal orang, tempat dan waktu) dan atau tingkah laku spesifik demikian pula tingkat kepastian, (misal confirmed / definite, probable / presumptive, atau possible / suspected). Penggunaan definisi kasus yang distandarisasi meningkatkan spesifitas laporan dan memperbaiki perbandingan laporan kejadian yang berhubungan dengan kesehatan dari berbagai sumber data termasuk area geografik.

Demam

Demam

Demam berhubungan dengan fever, feverish. Kejang demam merupakan kejang yang terjadi pada saat demam tinggi. Pada umumnya terjadi pada anak balita, jarang mengakibatkan gangguan jangka panjang.

Diabetes

Diabetes

Kondisi kesehatan yang kronis karena tubuh tidak mampu memproduksi insulin dan mengolah gula (glukosa) di dalam darah. Gejalanya antara lain lapar, haus, sering kencing, dehidrasi dan penurunan berat badan. Pengobatan diabetes memerlukan suntikan insulin setiap hari atau obat diabetes lain, nutrisi yang seimbang dan olahraga teratur. Komplikasi termasuk penyakit jantung, stroke, neuropati, gangguan sirkulasi yang menyebabkan kehilangan tungkai, gangguan penglihatan dan kematian.

Difteri

Difteri

Penyakit difteri disebabkan oleh galur toksigenik dari Corynebacterium diphteriae. Gejala khas pembentukan pseudomembrane di tenggorokan. Difteri merupakan penyakit serius yang dapat dicegah dengan imunisasi, dapat menimbulkan kematian pada anak-anak yang tidak diimunisasi.

Disseminated BCG infection

Disseminated BCG infection

Infeksi yang dipicu oleh vaksin tuberculosis ( BCG) yang menyebar ke sebagian besar tubuh, jaringan, atau organ. Dapat menyebabkan kematian (Fatal disseminated BCG infection).

E

Edema

Edema

Timbunan cairan yang berlebih di sekitar sel-sel, jaringan, atau rongga serosa dalam tubuh.

Efek Depot

Efek Depot

Beberapa ajuvan yang dipakai pada formula vaksin suntikan berlaku sebagai tempat penyimpanan antigen, yang memungkinkan pelepasan secara lambat dan penyerapan secara bertahap di dalam tubuh; efek depot ini memberikan efek maksimal terhadap respon imun vaksin.

Efek samping

Efek samping

Semua dampak yang tidak diharapkan dari produk farmasi (termasuk vaksin) yang digunakan pada manusia dengan dosis normal.

Efektif

Efektif

Lihat efektifnes vaksin.

Efektivitas vaksin

Efektivitas vaksin

Probabilitas vaksin yang telah diberikan secara rutin akan memberi imunitas kepada masyarakat. Dinyatakan dalam persentase.

Efikasi klinik

Efikasi klinik

Kemampuan intervensi medik (misal vaksin, obat, prosedur) untuk menghasilkan dampak klinis seperti yang diharapkan ( misal perlindungan, pengobatan, pemulihan gejala).

Efikasi klinik

Efikasi

Lihat efikasi vaksin.

Efikasi vaksin

Efikasi vaksin

Kemampuan vaksin untuk melindungi penyakit dalam uji klinis terkontrol (controlled clinical trial). Dinyatakan dalam persentase.

Eliminasi

Eliminasi

Penurunan ke angka nol (atau didefinisikan sebagai target sangat rendah) kasus baru dari penyakit infeksi di suatu area secara geografis sebagai hasil upaya kesehatan; dan penilaian berkesinambungan untuk mencegah terjadinya kembali transmisi.

Emulsi

Emulsi

Campuran dua larutan yang tidak dapat dicampur sehingga berakibat terbentuknya cairan yang tersebar dalam bentuk gumpalan kecil.

Endotoksin

Endotoksin

Toksin yang terdapat dalam dinding sel beberapa mikroorganisme terutama bakteri gram negatif yang dilepaskan ketika bakteri mati dan dilepaskan di dalam tubuh. Demam, menggigil, syok dan berbagai gejala dapat terjadi, tergantung pada organisme tertentu dan kondisi dari seseorang yang terinfeksi.

Ensefalitis

Ensefalitis

Merujuk dari ensefalopati yang disebabkan oleh respon inflamasi di dalam jaringan otak. Keadaan ini pada umumnya bermanifestasi dengan gejala sistemik, terutama demam dan pleositosis cairan cerebrospinal. Namun, istilah ensefalopati dan ensefalitis sering digunakan kurang tepat dan dipertukarkan dalam kepustakaan.

Ensefalopati

Ensefalopati

Berbagai kondisi yang mempengaruhi jaringan otak yang mengakibatkan perubahan pada tingkat kesadaran, mulai dari pingsan hingga koma. Saat itu kejang demam, kejang tanpa demam (afebrile seizure) dan epilepsi dianggap sebagai komponen ensefalopati. Namun terminologi ensefalopati dan ensefalitis telah digunakan secara kurang tepat bahkan saling dipertukarkan.

Epidemi

Epidemi

Terjadinya penyakit dalam area geografis dan atau populasi tertentu yang lebih tinggi dari biasa pada periode waktu tertentu.

Epidemiologi

Epidemiologi

Suatu studi tentang distribusi, determinan kesehatan dan penyakit di masyarakat.

Equine-derived

Equine-derived

Substansi yang diperoleh dari kuda, contoh antibodi yang dipakai pada imunisasi pasif hasil ekstrasi serum kuda yang terpapar oleh target antigen.

Eradikasi

Eradikasi

Reduksi di dunia secara lengkap dan permanen mencapai nol kasus baru dari penyakit infeksi melalui upaya kesehatan; tidak diperlukan penilaian lebih lanjut.

F

Faktor perancu

Faktor perancu

Faktor perancu adalah semua koinsiden yang berhubungan dengan kejadian (contohnya KIPI), yang dapat menyebabkan peneliti membuat kesimpulan yang salah karena dipengaruhi oleh angka reaksi simpang vaksin.

Farmakovigilans

Farmakovigilans

Suatu pengetahuan dan kegiatan yang terkait dengan deteksi, penilaian, pemahaman, dan pencegahan kejadian ikutan atau masalah lain yang berkaitan dengan masalah obat.

Farmakovigilans vaksin (vaccine pharmacovigilance)

Farmakovigilans vaksin (vaccine pharmacovigilance)

Kajian ilmiah dan kegiatan yang berhubungan dengan deteksi, penilaian, pengertian dan komunikasi dari kejadian ikutan pasca imunisasi dan isu lain yang berhubungan dengan vaksin atau imunisasi, serta untuk mencegah dampak vaksin atau imunisasi yang akan datang.

Freund's adjuvant

Freund's adjuvant

Emusi air dalam minyak yang ditambahkan ke beberapa vaksin untuk meningkatkan respon imun terhadap antigen.

G

Galur (strain)

Galur (strain)

Pengelompokkan genetik tertentu dari suatu organisme. Terdapat beberapa organisme misalnya virus influenza, pneumokokus, dan meningokokus yang memiliki banyak galur yang menyebabkan penyakit.

Gangguan perkembangan syaraf

Gangguan perkembangan syaraf (Neurodevelopmental disorders)

Gangguan perkembangan syaraf yaitu gangguan pertumbuhan dan perkembangan otak atau susunan syaraf pusat.

Global Advisory Committee on Vaccine Safety

Global Advisory Committee on Vaccine Safety (GACVS)

Dibentuk tahun 1999, GACVS bertugas memberikan saran kepada WHO tentang keamanan vaksin untuk WHO melakukan respon dengan cepat, efisien dan berdasarkan kajian ilmiah terhadap keamanan vaksin untuk kepentingan global. Komisi ini juga menilai implikasi dari keamanan vaksin dalam pelaksanaan dan kebijakan WHO. Untuk informasi lebih lanjut, lihat http://www.who.int/vaccine_safety/en/.

Gondongan

Gondongan

Penyakit virus akut yang menular ditandai dengan pembengkakan terutama kelenjar parotis.

Good manufacturing practice

Good manufacturing practice (GMP)

Pedoman yang berisi aspek produk yang berpengaruh pada kualitas produk. Beberapa negara telah membuat peraturan bahwa perusahaan farmasi, biologi dan perusahaan alat kesehatan harus mengikuti prosedur GMP, dan harus membuat pedoman GMP setempat yang berhubungan dengan peraturan setempat untuk memastikan kualitas produk tersebut. WHO juga mengusulkan pedoman GMP mereka untuk dapat digunakan di berbagai negara.

H

Haemophilus influenzae tipe b (Hib)

Haemophilus influenzae tipe b (Hib)

Bakteri ini dapat menyebabkan penyakit infeksi invasif yang serius seperti pneumonia dan meningitis; terutama pada anak dan orang dengan imuno kompromais (sistem kekebalan menurun terhadap infeksi). Hib merupakan satu dari enam penyebab utama meningitis bakterialis pada bayi yang tidak di imunisasi.

Hepatitis B

Hepatitis B

Infeksi virus yang mengenai hati yang ditularkan melalui kontak dengan darah atau cairan tubuh yang terinfeksi virus hepatitis. Beberapa infeksi terutama yang didapat pada saat bayi, dapat berkembang menjadi kronis dan mengakibatkan sirosis dan kanker hati primer pada usia dewasa.

Herd effect

Herd effect

Kekebalan komunitas terhadap infasi dan penyebaran agen infeksius berdasarkan kekebalan yang tinggi terhadap infeksi dari individu sebagai anggota komunitas tersebut. Peningkatan kekebalan mengakibatkan agen infeksi kesulitan untuk mempertahankan sirkulasi infeksi pada sebagian individu kelompok kecil yang rentan terhadap infeksi.

Herpes zoster

Herpes zoster

Penyakit inflamasi disebut juga shingles yang disebabkan oleh virus yang sama yang menyebabkan cacar air. Beberapa orang terpapar pada virus ini dan membentuk kekebalan sebagian. Setelah infeksi primer, virus cacar air “istirahat/tidur” (dormant), selanjutnya akan reaktivasi beberapa tahun atau dekade menjadi herpes zoster. Ditandai dengan nyeri lesi kulit yang muncul terutama pada dada (punggung dan perut), tetapi dapat muncul juga pada muka dan mulut.

Hipersensitifitas

Hipersensitifitas

Peningkatan atau sensitifitas abnormal di dalam jaringan tubuh terhadap antigen atau zat asing.

Hipertensi

Hipertensi

Peningkatan tekanan darah.

Hipotensi

Hipotensi

Penurunan tekanan darah.

HIV/AIDS

HIV/AIDS

Acquired immune deficiency syndrome (AIDS) merupakan kumpulan gejala dan infeksi yang dapat menyebabkan kerusakan tertentu pada sistem kekebalan tubuh yang disebabkan oleh human immunodeficiency virus (HIV).

Holistik

Holistik

Semua tindakan yang memperhitungkan aspek situasi, perawatan kesehatan, pendekatan menyeluruh yang merujuk pada kesepakatan dengan mempertimbangkan semua aspek situasi pasien, termasuk keadaan pisikologis, sosial, dan kondisi medis.

Hypotonic hyporensponsive episode (HHE)

Hypotonic hyporensponsive episode (HHE)

Dikenal sebagai reaksi serius setelah imunisasi, terutama vaksin yang mengandung pertusis. HHE adalah kejadian kehilangan rasa sensorik akut atau penurunan kesadaran disertai dengan pucat dan kelemahan otot. Tidak ada gejala sisa jangka panjang yang telah diidentifikasi pada sekelompok kecil anak-anak yang dilakukan pengamatan jangka panjang. HHE bukan kontra indikasi pada pemberian dosis vaksin pertusis berikutnya.

I

Imunisasi

Imunisasi

Proses agar manusia atau binatang terlindung dari suatu penyakit melalui peningkatan respon imun. Istilah ini berbeda dari vaksinasi yang merupakan bentuk imunisasi, dimana tubuh belajar mengenali benda asing tertentu (imunisasi aktif). Imunisasi pasif didapat dengan memberikan antibodi dari luar, yang akan memberikan kekebalan sementara untuk membantu memperkuat respon tubuh tanpa merangsang memori untuk melawan benda asing tertentu.

Imunitas

Imunitas

Mekanisme respon tubuh untuk melawan bakteri, virus dan benda asing lain. Apabila sel atau jaringan (misalnya bakteri atau organ transplantasi) dikenal bukan milik tubuhnya, maka sistem imun akan bereaksi terhadap benda asing tersebut (“invader”). Sistem imun adalah cara untuk melawan infasi dari luar.

Imunogenitas

Imunogenitas

Kemampuan antigen untuk merangsang terbentuknya respon imun.

Imunokompromais

Imunokompromais (imunosupresi)

Ketidakmampuan untuk menghasilkan respon imun normal. Keadaan ini dapat disebabkan oleh genetik atau penyakit (infeksi HIV atau kanker), obat-obat tertentu (seperti yang digunakan pada kemoterapi dan transplantasi organ). Individu yang mempunyai sistem imun dengan imunokompromais berat, tidak mendapat vaksin hidup yang dilemahkan (LAV).

Influenza

Influenza

Infeksi virus yang sangat menular ditandai dengan demam mendadak, nyeri, sakit dan peradangan pada membran mukosa.

Influenza intranasal

Influenza intranasal

Vaksin hidup influenza yang dilemahkan di berikan melalui hidung. Keuntungan vaksin ini adalah mudah dan lebih diterima daripada suntikan dan merangsang respon imun lebih luas pada kelompok umur tertentu.

Inokulasi

Inokulasi

Suatu tindakan memberikan pustula cacar (smallpox) kepada seseorang dengan maksud untuk menimbulkan respon ringan terhadap pencegahan penyakit.

Insiden

Insiden

Jumlah kasus baru (misalnya dari suatu penyakit, kejadian ikutan) yang terjadi pada suatu populasi tertentu dalam suatu interval waktu, umumnya satu tahun.

Insulin

Insulin

Hormon yang dihasilkan oleh pulau Langerhans dan berfungsi untuk mengatur metabolisme karbohidrat dan lemak, terutama merubah glukosa menjadi glikogen untuk menurunkan kadar gula darah. Insulin juga tersedia sebagai obat untuk pengobatan diabetes.

Intususepsi

Intususepsi

Penyumbatan usus besar yang berpotensi mengancam jiwa. Ketika vaksin rotavirus pertama beredar tahun 1999, vaksin tersebut ditarik dari peredaran karena ditemukan bukti hubungannya dengan sedikit peningkatan risiko intususepsi.

J

Japanese encephalitis (JE)

Japanese encephalitis (JE)

Infeksi virus yang ditularkan melalui gigitan nyamuk, penyebab terbanyak ensefalitis virus di Asia.

K

Karier asimtomatik

Karier asimtomatik

Infeksi atau kolonisasi oleh patogen yang tidak menyebabkan gejala penyakit.

Karier bakteri

Karier bakteri

Infeksi bakteri atau kolonisasi yang tidak menyebabkan gejala penyakit.

Keamanan imunisasi

Keamanan imunisasi

Proses yang menjamin dan memonitor keamanan semua aspek imunisasi aman, termasuk kualitas vaksin, penyimpanan dan pengiriman vaksin, pemberian vaksin, pembuangan limbah tajam dan limbah lainnya.

Keamanan vaksin

Keamanan vaksin

Proses untuk menjamin dan memantau keamanan vaksin.

Kejadian Ikutan

Kejadian Ikutan

Kejadian medik yang muncul pada saat pengobatan dengan produk farmasi yang belum tentu mempunyai hubungan kausal dengan pengobatan.

Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI)

Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI)

Setiap kejadian medis yang tidak diinginkan yang terjadi setelah pemberian imunisasi, dan belum tentu memiliki hubungan kausalitas dengan vaksin. Gejala KIPI bisa berupa gejala ringan yang dirasakan tidak nyaman atau berupa kelainan hasil pemeriksaan laboratorium.

Kejadian koinsiden

Kejadian koinsiden

Klasifikasi KIPI yang terjadi setelah pemberian vaksinasi tetapi tidak disebabkan oleh vaksin tersebut atau cara pemberian.

Kejadian simpang yang serius

Kejadian simpang yang serius

Didefinisikan sebagai terminologi baku pada setiap kejadian medik setiap dosis : yang mengakibatkan kematian, memerlukan perawatan atau perawatan yang cukup lama, berakibat disabilitas / kecacatan yang menetap atau mengancam jiwa. Informasi lebih lanjut tertera pada http://www.fda.gov/safety/medwatch/howtoreport/ucm053087.htm.

Kejang demam

Kejang demam

Suatu keadaan yang ditimbulkan oleh aktivitas listrik yang tidak terkontrol di dalam otak, sehingga menimbulkan kejang, gejala klinis yang khas, gangguan kesadaran atau kombinasi dari gejala-gejala tersebut.

Kekebalan Komunitas

Kekebalan Komunitas (herd immunity)

Suatu populasi yang sebagian besar individu telah mempunyai kekebalan terhadap suatu penyakit, sebagai dampak dari imunisasi atau setelah sembuh dari infeksi, perlindungan tersebut akan terjadi pada sebagian kecil yang tidak kebal karena individu rentan sehingga infeksi tidak dapat menyebar.

Kesalahan prosedur imunisasi

Kesalahan prosedur imunisasi

Klasifikasi KIPI yang disebabkan oleh kesalahan pada proses persiapan, pengiriman atau pemberian vaksin.

Kesempatan kedua

Kesempatan kedua

WHO merekomendasikan bahwa semua anak menerima dua dosis vaksin campak, melalui pelayanan rutin atau vaksinasi kampanye massal. Umumnya dosis kedua diberikan pada saat kampanye, ini disebut sebagai kesempatan kedua.

KIPI dengan Perhatian Khusus

KIPI dengan Perhatian Khusus

Klasifikasi KIPI yang relatif baru yang dimulai pada saat dilakukan vaksin pandemi. KIPI dengan Perhatian Khusus berhubungan dengan efek simpang secara ilmiah, kejadian medik, dan perhatian masyarakat pada vaksin pandemi.

Kluster

Kluster

Dua atau lebih kejadian yang terjadi pada waktu, tempat, dan sub populasi yang sama, atau paparan yang sering (misalnya vaksin). KIPI kluster terkait dengan petugas kesehatan, fasilitas kesehatan, dan atau vial vaksin, yang dipersiapkan tidak sesuai dengan prosedur atau terkontaminasi.

Kolera

Kolera

Penyakit infeksi akut pada usus halus yang disebabkan oleh bakteri, Vibrio cholerae dan ditandai dengan diare cair yang hebat, muntah, kram otot, dehidrasi berat dan penurunan elektrolit.

Kongenital

Kongenital

Suatu kondisi yang timbul pada saat lahir, walaupun tidak selalu kelainan herediter.

Kontra indikasi

Kontra indikasi

Keadaan tertentu yang merupakan suatu prosedur medis, misalnya vaksinasi dengan vaksin tertentu, tidak dianjurkan. Kontra indikasi bisa permanen misalnya alergi terhadap komponen vaksin, atau sementara, misalnya demam akut.

Kontrol plasebo

Kontrol plasebo

Uji klinik tersamar termasuk kontrol terhadap subjek yang menerima produk yang tidak mengandung bahan aktif disebut plasebo, misalnya tablet bersalut gula atau suntikan normal saline. Tidak satupun peneliti atau anggota tim dalam uji klinik yang memberikan intervensi mengetahui siapa yang mendapat plasebo, produk yang diuji, atau produk terbaik. Pada uji klinik kontrol plasebo, peneliti dapat mengevaluasi secara sederhana apakah pemberian tablet atau suntikan mempunyai manfaat.

L

Laporan keamanan untuk kasus individu

Laporan keamanan untuk kasus individu (individual case safety report = ICSR)

Laporan yang diterima oleh suatu perusahaan atau badan yang berisi kejadian simpang.

Laporan Pasif

Laporan Pasif

Lihat pasif surveilans.

Laporan rutin

Laporan rutin

Lihat surveilans pasif.

Large linked databases (LLDBs)

Large linked databases (LLDBs)

Administrasi database dengan ukuran yang relatif besar, dirancang terpisah satu sama lain untuk saling digunakan secara bersamaan. Database semacam ini akan menjadi penting dalam surveilans keamanan vaksin, sehingga penyakit tertentu dapat dihubungkan dengan riwayat vaksinasi seseorang.

Lembar persetujuan

Lembar persetujuan (informed consent)

Suatu lembar etik dari individu yang memberikan persetujuan untuk prosedur medik infasif (misalnya vaksinasi) setelah diberikan penjelasan mengenai semua risiko dan keuntungan sebelum mengambil keputusan untuk menyetujui.

Leukemia

Leukemia

Suatu kelompok penyakit keganasan dari organ pembentuk darah, mengakibatkan peningkatan sel darah putih abnormal, seringkali disertai dengan anemi dan pembesaran kelanjar limfe, limpa, dan hati.

Limfadenitis

Limfadenitis

Limfadenitis adalah peradangan dan atau pembesaran satu atau lebih nodus limfatikus. Sebagian besar kasus mengindikasikan respon imun terhadap infeksi lokal atau rangsangan antigen, misalnya vaksin. Limfadenitis generalisata adalah suatu peradangan dari nodus limfatikus yang menyebar akibat infeksi sistemik (bersirkulasi).

Limfadenitis supuratif

Limfadenitis supuratif

Ini adalah reaksi ikutan yang sering terjadi pada pemberian vaksin tuberkulosis (BCG) yang mengikutsertakan peradangan dari kelenjar getah bening yang berhubungan dengan ulserasi kulit.

Lisensi

Lisensi

Lisensi diberikan untuk memenuhi prosedur peraturan seperti melakukan penelitian vaksin baru atau untuk menyetujui penggunaan vaksin secara rutin di masyarakat dalam program vaksinasi.

Lokal

Lokal

Terbatas pada bagian tubuh tertentu atau area tertentu.

Lot

Lot (lot-rilis)

Vaksin diproduksi dalam “lot” atau batch. Sebelum lot vaksin dipergunakan untuk masyarakat, badan regulasi nasional (NRA) harus melakukan pemeriksaan terhadap produsen vaksin. Setidaknya, lot rilis harus berdasarkan kesimpulan protokol yang berisi rincian lot tertentu. Sebagai tambahan, uji laboratorium tertentu dapat dilakukan. Lot rilis harus termasuk dalam peraturan produk biologik.

Lyophilized

Lyophilized

Beku-kering, misal vaksin campak dan BCG merupakanbentuk bubuk beku-kering yang harus dilarutkan dengan cairan pelarut tertentu sebelum dipergunakan sebagai vaksin suntikan. Vaksin Lyophilised harus dimusnahkan dlam waktu 6 jam setelah dilarutkan atau pada saat akhir pelaksanaan vaksinasi, pilih mana yang terlebih dahulu.

M

Macrophagic myofasciitis

Macrophagic myofasciitis

Penyakit uang menyebabkan nyeri otot , nyeri sendi, kelemahan otot, lelah, demam, dan nyeri otot. Ditandai dengan inflitrasi makrofag pada otot yang dilihat secara mikroskopis. Penyebab tertentu tidak diketahui tetapi diduga berhubungan dengan kandungan alumunium hidroksida yang dipergunakan dalam beberapa vaksin tertentu. Diagnosis hanya dapat dipastikan melalui biopsi otot.

Malaria

Malaria

Penyaki infeksi yang disebabkan oleh parasit (plasmodium) yang ditularkan dari manusia ke manusia melalui gigitan nyamuk anopheles betina yang terinfeksi. Malaria merupakan penyebab utama kesakitan dan kematian di sub sahara Afrika.

Mengi

Mengi

Suara mengi yang terbentuk ketika bernafas (pada umumnya terdengar pada inspirasi) yang mengindikasikan adanya sumbatan di trakea atau laring.

Mikroorganisme

Mikroorganisme

Jasad renik (termasuk bakteri dan virus) hanya dapat dilihat dengan mikroskop.

Monitoring Efek Samping Obat (MESO)

Monitoring Efek Samping Obat (MESO)

Sistem surveilans efek samping obat bertanggung jawab untuk menghimpun reaksi samping setelah pemberian obat yang digunakan untuk profilaksis, diagnosis, pengobatan penyakit, atau untuk perubahan proses fisiologis. Surveilans ini bergantung pada para profesi kesehatan yang mengaitkan reaksi samping pada individu sebagai akibat pemakaian obat, dan melaporkannya ke BPOM atau otoritas lain yang sesuai.

Multiple sclerosis

Multiple sclerosis (MS)

Penyakit susunan saraf pusat yang ditandai dengan kerusakan serabut mielin yang membungkus neuron, berakibat pembentukan plak. Penyebab MS tidak diketahui, diduga terdapat kepekaan genetik bersamaan dengan pencetus dari lingkungan, mungkin infeksi virus. Meskipun melalui investigasi yang intensif, tidak ada bukti secara epidemiologi yang mendukung hubungan antara vaksinasi dengan timbul atau berulangnya MS.

N

National immunization technical advisory groups

National immunization technical advisory groups (NITAGs)

Suatu kelompok penasihat yang mempunyai tujuan utama memberikan panduan kepada pemerintah dan pembuat keputusan dalam menyusun dan melaksanakan kebijakan serta strategi berdasarkan bukti ilmiah yang relevan, mencerminkan prioritas nasional.

Neisseria meningitidis

Neisseria meningitidis (meningococcus)

Bakteri yang menyebabkan meningitis dan dapat menyerang bagian lain tubuh.

Nekrosis

Nekrosis

Kematian sel dan jaringan hidup.

Neomisin

Neomisin

Antibiotik spektrum luas yang digunakan dalam pembuatan vaksin tertentu.

Nervus ischiadicus

Nervus ischiadicus

Saraf terbesar di tubuh manusia yang mengendalikan motorik dan sensorik sebagian besar tungkai bawah. Vaksinasi anak dan bayi pada bokong tidak direkomendasikan karena berpotensi menyebabkan kerusakan nervus ischiadicus seperti yang telah banyak dilaporkan setelah penyuntikan pada bokong.

Neuritis brakhialis

Neuritis brakhialis (dikenal juga sebagai neuropati plexus brakhialis atau amiotrofik neuralgika)

Neuropati yang bergejala nyeri dan sakit yang menetap pada bahu dan lengan atas serta kelemahan otot.

Neuritis brakhialis

Neuritis

Peradangan pada syaraf.

Neuropati

Neuropati

Istilah umum untuk berbagai disfungsi sistem syaraf . Gejalanya antara lain nyeri, kelemahan otot, kebas (numbness), kehilangan koordinasi dan kelumpuhan. Kondisi ini dapat berakibat kecacatan permanen.

O

Obat

Obat

Substansi pada produk farmasi yang digunakan untuk mengubah keadaan fisiologi atau status patologi untuk kepentingan penerima. Terminologi obat atau produk obat digunakan secara luas termasuk formulasi lengkap dan produk yang telah diregistrasi, termasuk kemasan dan informasi. Vaksin adalah produk medis.

Oksitosin

Oksitosin

Suatu hormon yang diproduksi oleh bagian posterior kelenjar pituitari yang merangsang kontraksi uterus dan keluarnya ASI. Sebagai obat produk farmasi yang digunakan pada persalinan dan menyusui yang menyebabkan kontraksi otot uterus dan kelenjar mamaria pada payudara.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO)

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO)

Badan khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa yang mengkoordinasi kegiatan kesehatan internasional dan membantu pemerintah meningkatkan pelayanan kesehatan.

Otitis media

Otitis media

Inflamasi pada telinga tengah yang pada umumnya disebabkan oleh virus atau bakteri. Kondisi ini terjadi berhubungan dengan infeksi saluran nafas atas. Gejalanya termasuk nyeri telinga, demam tinggi, mual, muntah dan diare. Dengan tambahan hilang pendengaran, paralisis wajah, dan dapat menyebabkan meningitis.

P

Pan-American Health Organization

Pan-American Health Organization (PAHO) Revolving Fund for Vaccine Procurement

Mekanisme yang dikembangkan oleh PAHO pada tahun 1979 untuk pembelian vaksin, semprit/jarum, dan peralatan rantai dingin untuk negara-negara Amerika Latin dan Caribia. Melalui sistem pembelian bulk , dana selama 30 tahun terakhir untuk memasok vaksin kualitas tinggi dengan harga terjangkau untuk kebutuhan perencanaan kegiatan program imunisasi nasional.

Pandemik

Pandemik

Sutu epidemi yang terjadi pada daerah yang luas dan mengenai sejumlah besar masyarakat.

Parasetamol

Parasetamol (dikenal juga sebagai acetaminophen)

Obat analgesik (obat pereda rasa nyeri) dan antipiretik (obat penurun demam) bebas yang dipakai secara luas.

Patogen

Patogen

Suatu penyakit yang disebabkan oleh substansi, pada umumnya dipergunakan untuk organisme (bakteri, virus) dan produk biologisnya (misalnya toksin).

Pelarut

Pelarut

Zat cair yang disediakan dalam vial atau ampul untuk melarutkan lyophilized vaccine powder sebelum disuntikan. Pelarut tidak dapat saling dipertukarkan. Setiap jenis vaksin mempunyai pelarut yang berbeda; kesalahan mencampur dan memberikan pelarut vaksin dapat menyebabkan efek simpang yang serius termasuk kematian.

Penghematan biaya

Penghematan biaya

Kondisi biaya untuk intervensi (contoh biaya vaksinasi) lebih rendah dari biaya apabila tidak di intervensi (contoh biaya pengobatan penyakit oleh karena tidak divaksinasi). Ini adalah contoh intervensi menghemat biaya.

Penyakit Autoimun

Penyakit Autoimun

Kondisi yang muncul ketika sistem imun tubuh memberikan reaksi yang salah sehingga menghancurkan dan menyerang jaringan tubuh yang sehat. Terdapat lebih dari 80 tipe penyakit autoimun.

Penyakit Crohn

Penyakit Crohn

Suatu kondisi medis klinis yang ditandai dengan peradangan usus besar. Gejala termasuk nyeri perut, diare, demam, penurunan nafsu makan dan penurunan berat badan. Penyebab penyakit Crohn belum diketahui, namun faktor genetik, diet dan infeksi diduga berperan.

Penyakit meningokokus

Penyakit meningokokus

Penyakit bakteri yang disebabkan oleh meningokokus (Neisseria meningitidis). Penyakit meningokokus termasuk bentuk klinis dari penyakit ini khususnya meningitis, sepsis dan pneumonia.

Penyakit neurotropik yang berhubungan dengan vaksin

Penyakit neurotropik yang berhubungan dengan vaksin

Penyakit sistem saraf yang sangat jarang terjadi setelah vaksinasi yellow fever.

Penyakit pneumokokus

Penyakit pneumokokus

Penyakit bakteri yang disebabkan oleh Streptococcus pneumoniae. Penyaki pneumokok termasuk meningitis, sepsis dan pneumonia, merupakan penyebab kesakitan dan kematian yang signifikan.

Penyakit viserotropik yang berhubungan dengan vaksin

Penyakit viserotropik yang berhubungan dengan vaksin

Penyakit yang ditandai dengan demam, kerusakan hati, dan gangguan penyakit darah yang sangat langka akibat vaksinasi terhadap yellow fever.

Penyakit yang dapat dicegah dengan vaksin

Penyakit yang dapat dicegah dengan vaksin

Penyakit-penyakit yang ada vaksinnya untuk memberikan perlindungan sebagian atau lengkap.

Pertusis

Pertusis (dikenal sebagai batuk rejan)

Penyakit infeksi bakteri yang menular disebabkan oleh Bordetella pertussis dengan gejala batuk yang keras, menggonggong (spasmodic coughing); disebut juga batuk rejan.

Pes

Pes

Penyakit infeksi yang serius, mengancam jiwa pada umumnya ditularkan kepada manusia melalui gigigan kutu hewan pengerat. Merupakan salah satu penyakit yang terjadi pada awal sejarah manusia.

Pesan singkat

Pesan singkat

Merupakan ‘jargon free’yang mudah dimengerti oleh masyarakat — hal itu dapat menerjemahkan konsep dan informasi yang kompleks dan menyampaikan contoh dan ide yang mudah dipahami.

Pesan utama (key message)

Pesan utama (key message)

Pesan utama merupakan informasi terpenting yang anda inginkan agar masyarakat mengetahui, sebagai contoh sehubungan dengan kampanye pendidikan kesehatan mengenai manfaat vaksinasi.

Poliomielitis

Poliomielitis (dikenal juga sebagai polio)

Penyakit infeksi virus akut dengan gejala khas demam, kelumpuhan , dan otot seran lintang. The Global Polio Eradication Initiative dicanangkan tahun 1988 dengan tujuan eradikasi polio di dunia melalui program vaksinasi polio rutin dan masal.

Post-licensure surveillance

Post-licensure surveillance (dikenal sebagai post-marketing surveillance)

Farmakovigilans dilakukan setelah produk di lisensi dan digunakan pada masyarakat.

Potensi

Potensi

Suatu ukuran kekuatan atau imunogenitas vaksin.

Pre kualifikasi vaksin

Pre kualifikasi vaksin

Vaksin yang telah diterima dan disetujui secara prinsip untuk dibeli oleh lembaga PBB seperti WHO, setelah memenuhi semua prosedur termasuk persyaratan produksi. Tujuan dari penilaian pre-kualifikasai vaksin : (a) memenuhi spesifikasi lembaga PBB terkait (b) diproduksi sesuai dengan prinsip dan spesifikasi yang direkomendasikan oleh WHO untuk good manufacturing practice (GMP), dan untuk good clinical practice (GCP). Hal ini untuk memastikan bahwa penggunaan vaksin pada pelayanan imunisasi nasional di berbagai negara aman dan efektif untuk sasaran masyarakat tertentu sesuai jadwal yang direkomendasi dan memenuhi spesifikasi tertentu dalam hal pengemasan dan penampilan.

Preservatif

Preservatif

Sesuatu bahan yang ditambahkan pada vaksin dengan kemasan multidosis untuk mencegah pertumbuhan bakteri dan jamur. Pada umumnya yang digunakan adalah thiomersal yaitu bahan yang mengandung merkuri.

Priming

Priming

Suatu proses buatan untuk menginduksi imunitas dengan tujuan melindungi penyakit infeksi. Priming pada sistem imun meliputi sensitisasi atau stimulasi respon imun dengan antigen yang dapat menghasilkan imunitas terhadap penyakit yang disebabkan oleh organisme atau toksin (racun). Pemberian vaksinasi yang mengandung satu atau lebih antigen dapat diberikan dalam beberapa bentuk.

Produk biologis

Produk biologis

Suatu produk medik yang dibuat dari komponen biologi manusia, binatang atau berasal dari mikrobiologi (contoh produk darah,vaksin dan insulin).

Profil keamanan

Profil keamanan

Suatu ringkasan bukti keamanan dari produk medis, misalnya vaksin atau obat, yang digunakan secara ideal, termasuk insiden setiap reaksi simpang terhadap jumlah dosis yang sudah diberikan.

Program imunisasi nasional

Program imunisasi nasional (National immunization programme = NIP)

Komponen program Kementerian Kesehatan yang bertujuan untuk mencegah penyakit, kecacatan, dan kematian dari penyakit-penyakit yang dapat dicegah dengan vaksin baik pada anak dan dewasa. Istilah NIP dapat dipertukarkan dengan Program Pengembangan Imunisasi (PPI) terutama ditujukan untuk penyakit yang dapat dicegah dengan vaksin pada anak.

Program Pengembangan Imunisasi (PPI)

Program Pengembangan Imunisasi (PPI)

Merupakan program internasional yang dicanangkan oleh WHO tahun 1974 untuk meningkatkan cakupan imunisasi pada anak di dunia. PPI pada mulanya ditujukan untuk enam penyakit: campak, difteri, pertusis, tetanus, tuberkulosis dan poliomielitis. Penggunaan istilah PPI dan Program Imunisasi Nasional dapat dipertukarkan.

Programme for International Drug Monitoring

Programme for International Drug Monitoring (PIDM)

Program ini didirikan pada tahun 1968, terdiri dari jejaring nasional pusat farmakovigilans, kantor pusat WHO di Geneva, dan WHO Collaborating Centre for International Drug Monitoring, di Uppsala Monitoring Centre, Swedia. Informasi lebih lanjut tertera pada https://www.who-umc.org/global-pharmacovigilance/who-programme/.

Protein karier

Protein karier

Protein yang terikat dengan antigen yang lemah untuk meningkatkan imunogenitas pada saat vaksin digunakan.

Pusat Farmakovigilans Nasional

Pusat Farmakovigilans Nasional

Pusat yang diakui pemerintah (sistem yang terintegrasi) di dalam suatu negara dengan keahlian klinis dan ilmiah dalam mengumpulkan, menggabungkan, menganalisis dan memberikan saran terhadap semua informasi yang berkaitan dengan keamanan obat.

R

Rabies

Rabies

Rabies merupakan penyakit virus fatal yang ditularkan melalui gigitan binatang tertentu yang berdarah panas . Virus rabies menyerang sistem syaraf pusat, jika tidak diobati akan berakibat fatal pada binatang.

Radang usus

Radang usus (inflammatory bowel disease)

Istilah umum yang ditandai dengan peradangan usus; misalnya termasuk kolitis dan penyakit Crohn’s. Gejalanya antara lain nyeri perut, diare, demam, kehilangan nafsu makan dan penurunan berat badan.

Rantai dingin

Rantai dingin

Sistem yang dipakai untuk transportasi vaksin pada suhu yang tetap termasuk lemari es dan portable cool boxes. Sebagian besar vaksin dan pelarut perlu dibawa dan disimpan dalam rantai vaksin dengan suhu antara 2°C to 8°C.

Reaksi BCG sistemik yang mematikan

Reaksi BCG sistemik yang mematikan

Infeksi yang diinduksi oleh vaksin tuberkulosis (BCG) yang dapat menyebar pada sebagian besar organ tubuh dan jaringan, yang dapat menyebabkan kematian.

Reaksi Efek Samping Obat

Reaksi Efek Samping Obat

Suatu respon terhadap suatu obat yang membahayakan dan tidak diinginkan dan terjadi pada dosis yang biasa diberikan untuk profilaksis, diagnosis dan pengobatan suatu penyakit, atau untuk modifikasi fungsi fisiologis.

Reaksi kecemasan akibat imunisasi

Reaksi kecemasan akibat imunisasi

KIPI yang terjadi akibat kecemasan terhadap pemberian imunisasi.

Reaksi vaksin

Reaksi vaksin (vaccine reaction, disebut juga adverse vaccine reaction atau adverse reaction)

Klasifikasi KIPI yaitu kejadian yang ditimbulkan atau dicetuskan oleh vaksin yang diberikan secara benar, yang disebabkan oleh kandungan dalam vaksin.

Reaksi vaksin ringan

Reaksi vaksin ringan

Reaksi vaksin yang umumnya terjadi dalam beberapa jam setelah disuntik, sembuh dalam waktu singkat dan tidak berbahaya.

Reaksi vaksin yang berat

Reaksi vaksin yang berat

Ini bukan terminologi baku. Ini merupakan reaksi vaksin yang umumnya tidak mengakibatkan masalah jangka panjang, tetapi dapat menimbulkan kecacatan dan walaupun jarang, dapat mengancam jiwa. Reaksi vaksin yang berat juga termasuk reaksi serius dan reaksi berat lainnya.

Reaktogenisitas

Reaktogenisitas

Kemampuan untuk menyebabkan reaksi ikutan.

Reassortant vaccine

Reassortant vaccine

Vaksin hidup yang dilemahkan dihasilkan dari galur virus yang dilakukan dengan cara sekuensing gen (reassorted). Sebagai contoh vaksin RotaTeq yang berisi lima galur rotavirus reassortant.

Reconstituted Vaccine

Reconstituted Vaccine

Suatu bubuk yang dicampurkan (umumnya lyophilized) untuk menghasilkan vaksin dengan pelarut (diluent) sebelum disuntikkan.

Rekombinan DNA

Rekombinan DNA

Teknologi vaksin yang menggunakan materi genetik dari organisme penyebab penyakit ke dalam vektor hidup, sel ragi, untuk mereplikasi antigen protein dari organisme penyebab penyakit. Protein kemudian dimurnikan dan digunakan sebagai vaksin.

Respon dosis

Respon dosis

Hubungan antara dosis dan komponen aktif (contohnya vaksin atau obat) atau paparan radiasi dan respon tubuh dari individu yang terpapar.

Respon imun

Respon imun

Pertahanan tubuh melawan setiap benda asing atau organisme, misalnya bakteri, virus, organ atau jaringan transplantasi.

Retrovirus

Retrovirus

Virus RNA (virus dengan komposisi RNA, bukan DNA). Retrovirus mempunyai enzim yang disebut reverse transcriptase yang membuat kemampuan tertentu untuk mentransfer RNA menjadi DNA. DNA retroviral dapat berintegrasi ke dalam kromosom pejamu untuk diekspresikan. HIV adalah termasuk retrovirus.

Risiko

Risiko

Kemungkinan seseorang mengalami suatu kejadian tertentu dalam suatu periode waktu.

Risiko yang berhubungan dengan vaksin

Risiko yang berhubungan dengan vaksin

Kemungkinan terjadinya efek atau hasil yang tidak diinginkan, dengan derajat keparahan yang diakibatkan pada individu pada populasi tertentu setelah diimunisasi dengan vaksin yang digunakan tidak dalam kondisi yang ideal.

Rotavirus

Rotavirus

Kelompok virus yang menyebabkan diare (rotaviral gastroenteritis) pada anak.

Rubela

Rubela (campak Jerman)

Infeksi virus yang umumnya lebih ringan dari campak yang menyebabkan kerusakan serius atau kematian pada janin ketika wanita hamil terinfeksi.

S

Semprit sekali pakai rusak

Semprit sekali pakai rusak

Semprit sekali pakai rusak adalah semprit yang terkunci sendiri dan hanya bisa dipakai sekali. Semprit ini merupakan pilihan untuk imunisasi yang memerlukan suntikan.

Sensitifitas

Sensitifitas

Dari aspek surveilans kesehatan masyarakat, sensitifitas adalah proporsi dari semua kejadian kasus yang dideteksi oleh sistem surveilans.

Sepsis

Sepsis (dikenal sebagai “infeksi didalam peredaran darah”)

Adanya bakteri (bakterimia) atau organisme penyebab infeksi lain atau toksinnya di dalam darah (septisemia) atau jaringan lain di dalam tubuh.

Sindrom Guillain-Barré (SGB)

Sindrom Guillain-Barré (SGB)

Penyakit syaraf yang jarang ditandai dengan hilangnya refleks dan kelumpuhan sementara. Gejalanya antara lain kelemahan, mati rasa, kesemutan, dan peningkatan sensitifitas seluruh tubuh. Kelumpuhan otot dimulai dari telapak kaki dan tungkai, menyebar ke atas ke arah lengan dan tangan. Kadang kelumpuhan terjadi pada otot pernafasan yang menyebabkan kesulitan bernafas. Gejala pada umumnya terjadi dalam waktu satu hari dan berlanjut tiga sampai empat hari bahkan dapat tiga sampai empat minggu. Pemulihan terjadi dalam waktu dua sampai empat minggu setelah perjalanan penyakit berhenti. Sebagian besar pasien sembuh, sekitar 15 sampai 20% gejala menetap. Kasus SGB 5% berakibat fatal.

Sindrom kelelahan kronik

Sindrom kelelahan kronik

Gangguan kelemahan yang kompleks dan ditandai dengan kelemahan badan yang berkepanjangan selama 6 bulan atau lebih yang tidak membaik dengan tirah baring dan dapat memburuk akibat aktifitas fisik atau mental. Seseorang dengan keadaan sindrom kelelahan kronik biasanya fungsi aktifitasnya lebih rendah daripada sebelumnya. Sebagai tambahan dari karakteristik utama, dilaporkan berbagai gejala non spesifik termasuk kelemahan, sakit otot, penurunan daya ingat dan atau konsentrasi mental, gangguan tidur, dan kelelahan yang berlangsung lebih dari 24 jam setelah latihan. Pada beberapa kasus, keadaan ini dapat menetap beberapa tahun.

Sindrom syok toksik

Sindrom syok toksik

Suatu kejadian ikutan serius yang jarang sebagai akibat persiapan vaksin atau penyuntikan yang tidak memadai. Ini merupakan penyakit yang mengancam jiwa yang disebabkan oleh toksin (racun) yang bersirkulasi di dalam peredaran darah. Bakteri yang menginfeksi beberapa bagian tubuh yang mengeluarkan toksin. Orang yang menderita sindrom syok toksik mengalami demam tinggi, ruam, penurunan tekanan darah, dan kegagalan berbagai sistem organ tubuh.

Sinkop vasovagal

Sinkop vasovagal

Reaksi neurovaskuler yang menyebabkan pingsan.

Sinyal

Sinyal

Informasi yang dilaporkan tentang kemungkinan hubungan kausal antara suatu kejadian ikutan dan obat, hubungan tersebut sebelumnya tidak diketahui atau tidak terdokumentasi dengan baik. Biasanya lebih dari satu laporan yang diperlukan sebagai sinyal, tergantung dari tingkat keparahan dari kejadian tersebut dan kualitas informasi.

Sistem Imun

Sistem Imun

Sistem yang sangat komplek di dalam tubuh, yang bertanggung jawab untuk melawan penyakit. Tugas utama adalah mengidentifikasi benda asing dalam tubuh (termasuk bakteri, virus, jamur, parasit, organ atau jaringan transplantasi) dan menghasilkan pertahanan tubuh untuk melawan benda asing tersebut. Pertahanan ini dikenal sebagai respon imun.

Sistem pelaporan Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI)

Sistem pelaporan Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI)

Sistem surveilans pasif di Indonesia untuk mengumpulkan laporan reaksi terhadap vaksin. Dalam pengawasan Ditjen PP & PL Kemenkes RI dan BPOM.

Sistem surveilans

Sistem surveilans

Sistem pengumpulan data kesehatan secara sistematis, analisis, interpretasi dan penyebarluasan data yang sedang berlangsung, untuk meningkatkan pengetahuan mengenai pola kejadian penyakit dan potensinya di masyarakat, dalam rangka mengendalikan dan mencegah penyakit di masyarakat.

Sistemik

Sistemik

Berhubungan dengan sistem, atau mengenai seluruh tubuh atau seluruh organisme (contoh demam).

Sorbitol

Sorbitol

Alkohol yang digunakan untuk membuat vaksin tertentu.

Spesitifitas

Spesitifitas

Dalam aspek surveilans, pengukuran derajat pada kasus yang terdeteksi melalui sistem surveilans, ternyata kasus tersebut benar menderita penyakit.

Stabilizer

Stabilizer

Komponen yang dipergunakan untuk menjaga efektivitas vaksin selama masa penyimpanan. Stabilitas vaksin sangat penting, terutama apabila sistem rantai dingin tidak baik. Faktor yang mempengaruhi stabilitas adalah suhu dan pH.

Studi Kasus Kontrol

Studi Kasus Kontrol

Suatu studi yang membandingkan kelompok orang dengan luaran tertentu (seperti penyakit, kondisi kesehatan, respon obat yang tidak diharapkan) dengan kelompok orang tanpa kondisi tersebut. Kedua kelompok dibandingkan terhadap perbedaan beberapa paparan (misal obat atau vaksin) atau kondisi yang telah ada sebelumnya yang mungkin menerangkan perbedaan luaran.

Studi kontrol

Studi kontrol

Penelitian yang membandingkan kelompok perlakuan atau luaran yang diteliti dengan kelompok yang tidak mendapat perlakuan atau tidak mempunyai luaran. Subyek studi diperoleh secara random oleh peneliti (misalnya menerima atau tidak menerima vaksin atau obat) dan untuk mengukur perbedaan luaran, penelitian ini disebut uji klinik tersamar. Apabila perlakuan tidak dikendalikan oleh peneliti, disebut studi observasional termasuk studi kohort dan kasus kontrol.

Sudden Infant Death Syndrome (SIDS)

Sudden Infant Death Syndrome (SIDS) (disebut juga "crib" atau "cot" death)

Kematian mendadak dan tidak terduga pada seorang bayi sehat berusia di bawah satu tahun. Diagnosis SIDS ditegakkan apabila hasil otopsi tidak dapat menentukan penyebab kematian lain. Penyebab SIDS tidak diketahui.

Suntik buster

Suntik buster

Dosis tambahan vaksin untuk “boost” (meningkatkan) kadar antibodi setelah imunisasi dasar selesai, dapat terdiri sampai tiga dosis.

Suntikan intramuskular

Suntikan intramuskular

Cara pemberian vaksin melalui suntikan ke dalam otot. Vaksin yang mengandung ajuvan harus diberikan secara intramuskular untuk mengurangi penimbunan dan pembentukan granuloma.

Suntikan subkutan (sc)

Suntikan subkutan (sc)

Pemberian vaksin ke dalam lapisan subkutan di atas otot dan di bawah kulit.

Surfaktan

Surfaktan

Zat kimia yang dapat mengurangi tegangan permukaan cairan yang telah dilarutkan.

Surveilans

Surveilans

Kegiatan pengumpulan data kesehatan secara sistematis, analisis, interpretasi dan penyebarluasan data kesehatan yang sedang berlangsung, untuk meningkatkan pengetahuan mengenai pola kejadian penyakit dan potensinya di masyarakat, dalam rangka mengendalikan dan mencegah penyakit di masyarakat.

Surveilans keamanan vaksin

Surveilans keamanan vaksin

Lihat surveilans KIPI.

Surveilans KIPI atau disebut juga surveilans keamanan vaksin

Surveilans KIPI atau disebut juga surveilans keamanan vaksin

Sistem surveilans yang dirancang untuk mengumpulkan kejadian reaksi vaksin sementara pasca imunisasi. Jenis surveilans ini ditentukan oleh petugas kesehatan yang berhubungan dengan efek simpang secara individu sebagai kemungkinan konsekuensi dari imunisasi; wajib dilaporkan kepada BPOM atau otoritas kesehatan setempat (Dinas Kesehatan).

Surveilans pasif

Surveilans pasif (dikenal sebagai pelaporan spontan)

Sistem surveilans pasif yang dirancang untuk mengumpulkan kejadian ikutan pasca imunisasi. Jenis surveilans ini tergantung dari pengamatan dan laporan kejadian ikutan secara individu pasca imunisasi kepada NRA atau Dinas Kesehatan setempat.

T

Takikardi

Takikardi

Denyut jantung yang melebihi batas normal dalam keadaan istirahat.

Teknologi biosintetik

Teknologi biosintetik

Metode untuk memproduksi komponen kimiawi dengan menggunakan organisme hidup.

Teknologi konjugasi

Teknologi konjugasi

Teknologi pembuatan vaksin dengan dua komponen (biasanya protein dan polisakarida) yang digabungkan dengan tujuan meningkatkan efektifitas vaksin.

Tetanus

Tetanus

Penyakit yang disebabkan terutama oleh toxigenic C. tetani. Penyakit ini jarang terjadi namun bersifat fatal yang dapat menyerang sistem susunan saraf pusat yang menyebabkan kontraksi otot yang sangat nyeri.

Tetanus neonatal

Tetanus neonatal

Tetanus yang terjadi pada bayi baru lahir.

Thimerosal

Thimerosal

Thimerosal adalah preservasi yang mengandung merkuri yang dipergunakan pada beberapa vaksin atau produk lain sejak tahun 1930. Tidak pernah ada kejadian thimerosal vaksin dalam konsentrasi rendah menimbulkan bahaya kecuali reaksi lain seperti kemerahan atau bengkak pada lokasi suntikan, pada bulan Juli 1999, US Public Health Service, the American Academy of Pediatrics, dan produsen vaksin menyepakati bahwa thiomersal harus dikurangi atau dihilangkan dari vaksin sebagai tindakan kewaspadaan. Saat ini, semua vaksin rutin pada anak yang direkomendasikan di Amerika tidak mengandung thiomersal atau hanya dalam jumlah yang sangat sedikit.

Tifoid (demam tifoid)

Tifoid (demam tifoid)

Penyakit serius yang disebabkan oleh bakteri Salmonella typhi. Tifoid menyebabkan demam tinggi, kelemahan, nyeri perut, nyeri kepala, nafsu makan hilang dan kadang-kadang timbul ruam. Jika tidak diobati, 30% kasus dapat meninggal. Terdapat beberapa jenis vaksin tifoid: vaksin inaktifasi yang diberikan dengan cara suntikan, dan vaksin hidup yang dilemahkan dan diberikan secara oral (melalui mulut).

Toksoid

Toksoid

Toksin yang dilemahkan atau mati (racun) yang digunakan dalam produksi vaksin.

Trombositopeni purpura

Trombositopeni purpura

Trombositopeni berat ditandai dengan perdarahan mukosa dan perdarahan kulit dalam bentuk petekie (bintik kecil keunguan), umumnya terlihat pada tungkai bawah, dan memar tersebar pada tempat trauma ringan. Pada anak, trombositopeni purpura idiopatik umumnya sembuh sendiri yang terjadi setelah infeksi virus.

Trombositopenia

Trombositopenia

Penurunan hebat jumlah trombosit yaitu sel yang bertanggung jawab terhadap pembekuan darah. Trombositopenia dapat terjadi karena kegagalan dalam produksi trombosit, penghancuran trombosit di limpa, peningkatan destruksi trombosit, peningkatan penggunaan trombosit, atau pengenceran trombosit.

Tuberkulosis (TB)

Tuberkulosis (TB)

Penyakit yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Bakteri tersebut umumnya menyerang paru-paru. Namun, bakteri TB dapat menyerang bagian tubuh lainnya seperti ginjal, tulang belakang dan otak. Apabila tidak diobati dengan sempurna TB dapat menyebabkan kematian.

U

Uji Klinik Random

Uji Klinik Random

Suatu penelitian sistematik studi medik interversi pada manusia (termasuk pasien dan sukarelawan lain), subjek dipilih secara acak antara pengobatan dan kelompok kontrol. Digunakan untuk menemukan atau mengidentifikasi segala reaksi simpang suatu produk yang akan diperiksa mengenai absorbsi, distribusi, metabolisme dan ekskresi dari produk untuk menilai efikasi dan keamanan. Pada studi ini baik peneliti maupun subjek tidak tahu kelompok pengobatan atau kontrol sampai mendapat kesimpulan studi, disebut sebagai ‘double-blind randomized clinical trials’ yang merupakan baku emas untuk penelitian efikasi obat dan vaksin.

Uji Klinis

Uji Klinis

Studi sistematik pada intervensi medis yang dilakukan kepada subjek manusia (termasuk pasien dan sukarelawan) bertujuan untuk menemukan atau memastikan efek dari dan atau identifikasi reaksi efek samping dari intervensi. Uji klinis ini mempelajari juga mengenai absorpsi, distribusi, metabolisme, dan ekskresi dari produk dengan tujuan untuk mendapatkan efikasi dan keamanannya. Uji klinis dibagi menjadi fase I sampai IV. Uji klinis fase IV adalah studi yang dilakukan setelah produk farmasi mendapat izin edar dan telah dipakai. Uji klinis ini juga dipakai untuk mengembangkan karakteristik produk berbasis bukti untuk menjamin keamanan produk yang sudah beredar.

Uppsala Monitoring Centre

Uppsala Monitoring Centre (UMC)

Suatu pusat farmakovigilans indipenden yang menerima laporan efek samping obat dari pusat nasional farmakoviglans di negara anggota WHO dan mengumpulkan gejala dari efek samping yang mungkin terjadi. Untuk informasi lebih lanjut dapat dilihat http://www.who-umc.org.

Uritikaria (disebut juga hives)

Uritikaria (disebut juga hives)

Erupsi kulit kemerahan yang disertai rasa gatal. Kondisi ini dapat disebabkan karena alergi (misalnya makanan, vaksin, obat), stress, infeksi, atau kejadian alam (misalnya panas, dingin).

V

Vaccine-associated paralytic poliomyelitis (VAPP)

Vaccine-associated paralytic poliomyelitis (VAPP)

Risiko dari polio paralitik yang sangat jarang yang disebabkan oleh vaksin polio oral (OPV). Kejadian kurang lebih 1 dalam 2.500.000 dosis OPV. VAPP bukan risiko IPV.

Vaccine-derived poliovirus

Vaccine-derived poliovirus (VDPV)

Ketika cakupan vaksinasi polio menurun, namun OPV masih terus digunakan, penyebaran virus vaksin polio dari orang ke orang dapat meningkatkan virulensi yang menyerupai virus liar.

Vaccinee

Vaccinee

Individu yang menerima vaksin.

Vaksin

Vaksin

Bahan yang mengandung mikroorganisme yang dilemahkan atau inaktifasi (mati), atau komponen mikroorganisme, yang dapat mencegah infeksi.

Vaksin berbasis protein subunit

Vaksin berbasis protein subunit

Vaksin yang dibuat dari fragmen virus atau bakteri yang mengikutsertakan protein untuk meningkatkan efektifitas vaksin.

Vaksin campak

Vaksin campak

Vaksin dari virus hidup yang dilemahkan, untuk mencegah penyakit campak.

Vaksin DT

Vaksin DT

Vaksin yang dikemas mengandung toksoid difteri dan tetanus, digunakan untuk imunisasi pada anak dan remaja terhadap difteri dan tetanus. Vaksin DT yang diberikan kepada dewasa mengandung dosis toksoid difteri yang dikurangi.

Vaksin DTaP

Vaksin DTaP

Vaksin kombinasi yang mengandung toksoid difteri dan tetanus dengan pertusis aselular digunakan untuk imunisasi difteri, tetanus dan pertusis.

Vaksin DTP

Vaksin DTP

Preparat kombinasi yg terdiri atas toksoid difteri dan tetanus dengan pertusis dalam satu vaksin, digunakan untuk imunisasi difteri, tetanus dan pertusis (kadang disebut vaksin DPT). Apabila dipakai vaksin pertusis aseluler, kombinasi ini disingkat menjadi DTaP. Apabila digunakan vaksin pertusis sel utuh, kombinasi ini disingkat sebagai DTwP.

Vaksin DTwP

Vaksin DTwP

Kombinasi toksoid difteri dan tetanus dengan komponen pertusis sel utuh, digunakan untuk imunisasi difteri, tetanus dan pertusis.

Vaksin Haemophilus influenzae tipe b (Hib)

Vaksin Haemophilus influenzae tipe b (Hib)

Vaksin polisakarida konjugasi subunit digunakan untuk imunsiasi penyakit invasif Hib.

Vaksin Hepatitis B (HepB)

Vaksin Hepatitis B (HepB)

Vaksin rekombinan berbasis subunit protein yang digunakan untuk imunisasi infeksi Hepatitis B.

Vaksin hidup yang dilemahkan (LAV)

Vaksin hidup yang dilemahkan (LAV)

Suatu vaksin yang dibuat dari mikroorganisme hidup (sekarang tersedia virus dan bakteri) yang telah dilemahkan di laboratorium. Vaksin ini akan bereplikasi dalam tubuh seseorang yang telah divaksinasi dan menimbulkan respon imun, pada umumnya menimbulkan sakit ringan atau tidak sakit.

Vaksin inaktifasi

Vaksin inaktifasi (dikenal juga sebagai vaksin mati)

Vaksin yang dibuat dari mikroorganisme (virus, bakteri dan lain-lain) yang dimatikan melalui proses fisik atau kimiawi. Organisme mati ini tidak dapat menyebabkan penyakit.

Vaksin JE

Vaksin JE

Saat ini tersedia dua jenis vaksin JE di dunia: vaksin JE inaktivasi, mouse-brain derived JE vaccine dan vaksin virus hidup yang dilemahkan JE SA-14-14-2.

Vaksin kombinasi

Vaksin kombinasi

Vaksin yang berisi dua atau lebih antigen dalam satu kemasan vaksin (seperti, MMR, DTP).

Vaksin Konjugasi

Vaksin Konjugasi

Vaksin yang terdiri atas dua komponen (biasanya protein dan polisakarida) yang digabungkan untuk meningkatkan efektifitas vaksin.

Vaksin konjugasi subunit

Vaksin konjugasi subunit

Vaksin yang terdiri dari dua komponen (pada umumnya protein dan polisakarida) yang bekerjasama untuk meningkatkan efektivitas vaksin.

Vaksin mati

Vaksin mati

Lihat vaksin inaktivasi.

Vaksin MMR

Vaksin MMR

Sediaan vaksin hidup yang dilemahkan, campak, gondongan, dan virus rubela dalam suatu sediaan, yang digunakan untuk imunisasi campak, gondongan dan rubela.

Vaksin monovalen

Vaksin monovalen

Vaksin monovalen dirancang untuk imunisasi mencegah antigen tunggal atau mikrorganisme tunggal. Sedangkan vaksin polivalen bertujuan untuk imunisasi mencegah beberapa galur dari mikroorganisme yang sama atau mencegah beberapa mikroorganisme.

Vaksin MR

MR vaccine

Sediaan vaksin virus campak dan rubela hidup yang dilemahkan, didalam satu kemasan vaksin yang digunakan untuk mencegah campak dan rubela.

Vaksin Pertusis Aselular (Pa)

Vaksin Pertusis Aselular (Pa)

Vaksin ini dibuat dari subunit protein bakteri pertusis, digunakan untuk imunisasi terhadap pertusis.

Vaksin pertusis Aselular (Pa)

Vaksin pertusis

Saat ini tersedia dua jenis vaksin pertusis; yaitu vaksin inaktivasi sel utuh (inactivated whole-cell vaccine /wP) dan vaksin subunit protein (subunit protein-based vaccine / aP).

Vaksin pertusis sel utuh (wP)

Vaksin pertusis sel utuh (wP)

Sediaan yang mengandung bakteri pertusis sel utuh yang dilemahkan, untuk mencegah penyakit pertusis.

Vaksin Pneumkokus konjugasi

Vaksin Pneumkokus konjugasi (PCV-7, PCV-10, PCV-13)

Terdapat dua jenis vaksin polisakarida konjugasi subunit untuk mencegah pneumokokus. PCV7 mencegah 7 serotipe, PCV 10 mencegah 10 serotipe, dan PCV 13 mencegah 13 serotipe Streptococcus pneumoniae yang umumnya dapat di isolasi dari anak kecil.

Vaksin polio inaktivasi (IPV)

Vaksin polio inaktivasi (IPV)

Vaksin polio inaktivasi (mati) dibuat pada tahun 1955 oleh Dr. Jonas Salk. Berbeda dengn vaksin polio oral (OPV) , vaksin hidup yang dilemahkan (LAV) , IPV harus diberikan melalui suntikan untuk membentuk respon imun.

Vaksin polio oral (OPV)

Vaksin polio oral (OPV)

Sediaan vaksin polio hidup yang digunakan untuk imunisasi polio dan dikembangkan oleh Albert Sabin tahun 1961. OPV diberikan secara oral (melalui mulut).

Vaksin polisakarida

Vaksin polisakarida

Vaksin yang terdiri atas rantai panjang molekul glukosa yang tersusun pada permukaan bakteri tertentu. Vaksin polisakarida yang tersedia untuk mencegah penyakit penyakit pneumokokus, meningokokus, dan Hib.

Vaksin polisasakrida subunit

Vaksin polisasakrida subunit

Vaksin yang menggunakan bagian dari bakteri yang terdiri atas gula rantai panjang. Vaksin polisakarida yang tersedia untuk penyakit pneumokok, meningokok dan Hib.

Vaksin Rotavirus

Vaksin Rotavirus

Sediaan dari rotavirus hidup yang dilemahkan yang dipergunakan untuk imunisasi terhadap rotaviral gastroenteritis.

Vaksin rubela

Vaksin rubela

Sediaan virus rubela hidup yang dilemahkan yang digunakan untuk imunisasi terhadap rubela.

Vaksin sintetik

Vaksin sintetik

Vaksin yang terutama terdiri atas peptida atau karbohidrat sintetik sebagai antigen. Vaksin ini umumnya lebih aman dibandingkan vaksin dari kultur bakteri.

Vaksin subunit

Vaksin subunit

Vaksin yang dibuat dari komponen virus atau bakteri, bukan organisme utuh.

Vaksin Td

Vaksin Td

Sediaan toksoid tetanus dan difteri dalam satu vaksin yang digunakan untuk mengimunisasi orang dewasa terhadap difteri dan tetanus. Vaksin ini mengandung toksoid difteri dengan dosis lebih rendah dibandingkan vaksin DT pada sediaan anak. Apabila akan diberikan pada wanita usia subur, vaksin yang mengandung toksoid tetanus (TT atau Td) tidak hanya melindungi wanita terhadap tetanus, tapi juga mencegah tetanus neonatorum pada bayi baru lahir.

Vaksin toksoid

Vaksin toksoid

Suatu vaksin yang dibuat dari toksin (racun) yang sudah tidak berbahaya lagi, namun masih dapat merangsang respon imun melawan toksin tersebut.

Vaksin Toksoid Difteri

Vaksin Toksoid Difteri

Vaksin yang mengandung toksoid difteri digunakan untuk imunisasi difteri.

Vaksin toksoid tetanus (TT)

Vaksin toksoid tetanus (TT)

Vaksin TT digunakan untuk mencegah tetanus. Apabila akan diberikan pada wanita usia subur, vaksin yang mengandung toksoid tetanus (TT atau Td) tidak hanya melindungi wanita terhadap tetanus, tapi juga mencegah tetanus neonatorum pada bayi baru lahir.

Vaksin tuberkulosis

Vaksin tuberkulosis (Bacillus Calmette-Guérin, vaksin BCG)

Vaksin terhadap tuberkulosis yang diproduksi dari galur bovine tuberculosis bacillus yang dilemahkan. Vaksin tuberkulosis digunakan di berbagai negara dengan prevalensi tuberkulosis yang tinggi untuk mencegah terjadinya meningitis tuberkulosis dan milier. Vaksin diberikan secara intradermal dan seringkali meninggalkan jaringan parut.

Vaksin yang dilemahkan

Vaksin yang dilemahkan

Lihat pada vaksin hidup yang dilemahkan.

Vaksin Yellow fever

Vaksin Yellow fever

Sediaan mengandung virus yellow fever hidup yang telah dilemahkan, untuk imunisasi terhadap yellow fever. Dosis tunggal memberikan perlindungan terhadap penyakit selama sedikitnya 10 tahun dan bahkan sampai 30 tahun atau lebih.

Vaksinasi

Vaksinasi

Inokulasi dengan vaksin yang bertujuan menimbulkan imunitas.

Valen

Valen

Beberapa tipe organisme yang tercakup dalam produksi vaksin (vaksin influenza musiman yang mencakup tiga tipe virus disebut trivalen).

Validitas

Validitas

Tingkatan perkiraan yang menggambarkan nilai sebenarnya dari apa yang ingin kita ukur.

Varisela (cacar air)

Varisela (cacar air)

Penyakit menular akut yang ditandai dengan adanya papula dan lesi vesikular.

Vaskulitis

Vaskulitis

Kelainan heterogen yang ditandai dengan kerusakan inflamasi dari pembuluh darah yang menyebabkan timbulnya ruam.

Virus

Virus

Agen infeksius berukuran ultramikroskopis yang berisi materi genetik yang dibungkus dengan protein. Virus hanya dapat memperbanyak diri di dalam tubuh pejamu hidup.

Virus polio liar

Virus polio liar

Galur virus polio yang berada di alam, sebagai lawan dari galur vaksin polio.

Y

Yellow fever

Yellow fever

Penyakit virus tropis yang sangat menular yang ditularkan melalui nyamuk dan ditandai dengan demam tinggi, ikterus dan perdarahan saluran cerna.