Frekuensi Kejadian dan Berat Ringannya KIPI

Vaksin pada umumnya aman dan tidak menimbulkan KIPI serta dapat memberikan perlindungan sepenuhnya terhadap PD3I yang ditargetkan untuk vaksin tersebut. Kunci pokok dalam program imunisasi adalah sedapat mungkin mengurangi KIPI dan menjamin bahwa vaksin sangat aman apabila diberikan kepada sasaran.

Seperti telah dijelaskan bahwa KIPI dikatagorikan menurut penyebabnya. KIPI yang disebabkan langsung oleh komponen vaksin atau proses pembuatannya diklasifikasikan sebagai KIPI akibat komponen vaksin atau cacat mutu vaksin. Sedangkan katagori lainnya adalah KIPI akibat kesalahan dalam cara pemberian imunisasi, karena ketakutan dan kecemasan kerena disuntik dan peristiwa koinsiden.

Pesan Utama

KIPI mungkin terjadi pada pelayanan imunisasi dengan frekuensi kejadian tertentu. Untuk mengetahui frekuensi KIPI ini dilakukan pengamatan melalui surveilans KIPISurveilans KIPI atau disebut juga surveilans keamanan vaksinSistem surveilans yang dirancang untuk mengumpulkan kejadian reaksi vaksin sementara pasca imunisasi. Jenis surveilans ini ditentukan oleh petugas kesehatan yang berhubungan dengan efek simpang secara individu sebagai kemungkinan konsekuensi dari imunisasi; wajib dilaporkan kepada BPOM atau otoritas kesehatan setempat (Dinas Kesehatan)..

Jenis surveilans ini ditujukan khusus untuk mengamati KIPI yang kemungkinan ada kaitannya dengan pemberian imunisasi oleh tenaga kesehatan di lapangan dan kemudian melaporkannya kepada NRA (BPOM) atau kepada otoritas kesehatan setempat (Dinas Kesehatan) agar dapat dilakukan tindak lanjut yang diperlukan.

Frekuensi KIPI, serta tingkat berat ringannya KIPI

Frekuensi Kejadian simpang diantara orang-orang yang diimunisasi (dalam presentase berat ringannya gejala) Tingkatan reaksi
Sangat sering ≥ 10% Sering terjadi dan umumnya dengan gejala ringan :
  • sebagai bagian dari respons imunitas terhadap vaksin,
  • biasanya hilang sendiri,
  • contohnya :
    • demam,
    • lemah badan.
Sering ≥ 1% and < 10%
Tidak sering ≥ 0,1% and < 1% Jarang, biasanya gejalanya lebih berat:
  1. Biasanya membutuhkan keterangan medis,
  2. Contohnya :
    • Reaksi alergi berat (syok anafilaksis), ini termasuk reaksi berlebihan terhadap antigen atau komponen vaksin,
    • Reaksi spesifik terhadap vaksin tertentu misalnya osteitis yang disebabkan pemberian BCG.
Jarang ≥ 0,01% and < 0,1%
Sangat jarang < 0,01%

Pertanyaan

Manakah dari pernyataan di bawah ini yang salah :

A. KIPI yang terjadi pada 12 orang dari 100 orang yang diimunisasi dianggap sebagai sangat sering terjadi.
B. KIPI yang terjadi pada dua orang dari 100 orang yang diimunisasi dianggap sebagai sering terjadi.
C. KIPI yang terjadi pada satu orang dari 20 000 orang yang diimunisasi dianggap sebagai sangat jarang terjadi.
D. KIPI yang terjadi pada dua orang dari 1000 orang yang diimunisasi dianggap sebagai sering terjadi.
E. KIPI yang terjadi pada satu orang dari 9000 orang yang diimunisasi dianggap sebagai jarang terjadi.

Jawaban

Jawaban D salah.

KIPI yang terjadi pada 2 orang dari 1000 orang yang di vaksinasi adalah dianggap sebagai jarang terjadi.

Coba anda bandingkan frekuensi dan persentase dari orang yang divaksinasi seperti disajikan pada tabel dibawah ini.

Latar Belakang

Angka KIPI akibat komponen vaksin yang terjadi di seluruh dunia sudah dipublikasikan oleh WHO. Angka kejadian ini berbeda dari satu negara dengan negara lain di dunia. Perbedaan angka kejadian ini disebabkan oleh sistem surveilans KIPI mereka berbeda satu sama lain. Dengan mengetahui latar belakang angka kejadian di suatu wilayah, kita dapat memanfaatkannya untuk memantau sensitivitas sistem surveilans KIPI di wilayah lain dalam mendeteksi perubahan frekuensi KIPI.

Sebagai contoh, dengan mengetahui latar belakang angka kejadian, maka angka ini dapat dipakai sebagai pembanding dengan angka kejadian yang sebenarnya (lihat grafik).

Contoh : demam setelah imunisasi
Contoh : demam setelah imunisasi

Setiap peningkatan frekuensi KIPI memperingatkan kita untuk mempertimbangkan kualitas vaksin dan apakah ada risiko khusus pada populasi lokal. Mengetahui waktu terjadinyaAwitan timbul gejalaPeriode waktu antara intervensi (dalam hal ini, imunisasi) dan timbulnya reaksi ikutan vaksin. reaksi vaksin (onset) berguna untuk menginvestigasi dan verifikasi kasus. Seperti yang akan dijelaskan dalam Modul 4.

Pesan Utama

Mengetahui angka pembanding/ angka latar belakang di suatu wilayah tempat anda bertugas sangat bermanfaat untuk mengetahui perubahan frekuensi kejadian KIPI dan kecenderungannya. Misal angka yang dilaporkan melalui sistem surveilans KIPI yang ada cenderung lebih tinggi dari angka kejadian yang diharapkan.