Lebih jauh tentang vaksin konjugasi

Vaksin konjugasi menargetkan sejumlah penyebab utama kematian yang dapat dicegah oleh imunisasi.

Tiga penyebab utama mengitis bakterial — Neisseria meningitidis (the meningococcus), Streptococcus pneumoniae (the pneumococcus) and Haemophilus influenzae tipe b (Hib) – semuanya dilindungi oleh kapsul polisakarida untuk melawan sistem pertahanan tubuh manusia. Patogen-patogen tersebut saat ini merupakan penyebab utama kematian global pada anak-anak yang terinfeksi bakteri, yang dapat dicegah dengan imunisasi. Strep. pneumoniae and H. Influenza juga merupakan penyebab utama kematian anak karena pneumonia; infeksi pernafasan akut merupakan penyebab utama kematian pada anak.

* WHO/Department of Immunization, Vaccines and Biologicals estimates based on Global Burden of Disease, 2004 estimates. Pneumococcal diseases and Hib estimates are for the year 2000.

Sejak di introduksinya vaksin Hib di sebagian besar wilayah Eropa, Amerika dan Australia, meningitis bakterial karena Hib praktis menghilang.

Keuntungan lain dari vaksin konjugasi adalah kemampuannya menimbulkan memori dan mengurangi kasus-kasus tanpa gejala (asimtomatik) sehingga menimbulkan kekebalan silang (herd immunity). Juga, vaksin konjugasi mempunyai keamanan yang sangat baik dan menimbulkan sangan sedikit KIPI serius, setelah digunakan lebih dari 20 tahun. Keuntungan utama dari vaksin konjugasi dibandingkan dengan vaksin polisaksarida adalah :

  • Meningkatkan respon imun dan memori,
  • Memberikan proteksi lebih lama,
  • Memberikan proteksi pada bayi dan balita,
  • Berdampak terhadap karier bakteri,
  • Menimbulkan kekebalan silang (herd immunity).